Anwar Fatah Bantah Terlibat Percaloan di DPR
Kamis, 13 Okt 2005 21:13 WIB
Jakarta - Semua anggota DPR yang diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR kompak membantah terlibat percaloan dana bantuan. Begitu juga Anwar Fatah, anggota DPR dari Fraksi PDIP. Bahkan untuk membuktikan hal itu, dia siap diperiksa KPK."Kalau memang dibutuhkan, kenapa tidak, saya siap sekali diperiksa KPK. Saya inikan anggota DPR, mau lari kemana," kata Anwar usai diperiksa oleh BK DPR di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2005).Malahan, dia menantang siapapun yang bisa membuktikan kalau dirinya terlibat percaloan. Anwar juga berjanji, apabila terbukti, dia akan mengembalikan seribu kali lipat uang yang diberikan dari hasil percaloan tersebut."Kalau misalnya ada bupati yang memberikan saya uang Rp 1 juta saja, saya akan kembalikan seribu kali lipatnya," tantang Anwar.Anwar berharap, pemeriksaan kasus percaloan di DPR segera dituntaskan. Hal ini untuk membersihkan nama DPR dan juga dirinya yang namanya rusak akibat kasus percaloan."Saya berharap ini segera selesai. Jangan sampai seperti saya yang tidak tahu apa-apa tapi kena," ujarnya.Anwar mengaku pernah bertemu dengan beberapa bupati. Namun pertemuan itu bukan membicarakan proyek dan bantuan dana bencana, melainkan hanya silaturahmi biasa. "Karena saat itu ada sejumlah anggota DPR yang melakukan kunjungan kerja," kilahnya.Sementara Ketua BK Slamet Effendi Yusuf menyatakan, Anwar mengaku pernah dihubungi oleh salah satu pengusaha. Anwar juga mengaku beberapa kali bertemu dengan Mudahir, anggota DPR yang diduga terlibat percaloan dan staf Mudahir, Andi Mustakim. "Namun dia membantah terlibat," ujar Slamet.Untuk memperluas pengetahuan BK mengenai praktek percaloan, lanjut Slamet, BK akan meminta data-data yang ada di komputer Anwar. "Namun hingga tadi Anwar tidak bisa dihubungi," tukasnya.
(atq/)











































