Pembangunan Disorot Anies, Ini Kata RSUD Koja

ADVERTISEMENT

Pembangunan Disorot Anies, Ini Kata RSUD Koja

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 03 Jul 2019 15:54 WIB
Direktur RSUD Koja Ida Bagus Nyoman Banjar (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Pembangunan hingga fasilitas RSUD Koja, Jakarta Utara, mendapat sorotan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga DPRD DKI Jakarta. Pihak RSUD Koja menyebut kontraktor tak menyelesaikan pekerjaannya.

"Ternyata 17 Juni (2019) kemarin saya evaluasi akhir kontraknya, belum selesai juga (pembangunan), cuma 67,07 persen," ucap Direktur RSUD Koja Ida Bagus Nyoman Banjar kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).


Banjar menyebut pekerjaan itu seharusnya dimulai pada April 2018. Namun, karena ada masalah penghapusan aset, pekerjaan baru dilaksanakan pada Agustus 2018.

"(Penghapusan aset selesai) Agustus 2018. Kontrak April, kerja langsung, begitu kerja nggak bisa, dihapuskan dulu, Badan Aset sudah menghapus, Agustus selesai, Juli selesai," ucap Banjar.

Sebenarnya kontraktor disebut harus menyelesaikan pekerjaan pada 19 Desember 2018, namun diberi waktu tambahan untuk menyelesaikan pembangunan.

"Agustus 2018 sampai baru bisa bekerja itu Agustus, September, Oktober, November, Desember, 5 bulan, kan. Tanggal 19 Desember (2018) kan putus, selesai kontraknya, dievaluasi. Penyerapan kan baru 30,1 persen, jadi belum selesai itu karena dia terlambat kita ngasih lahan, kasih ruang lagi untuk melanjutkan kompensasi namanya. Belum selesai juga di 19 Maret. 19 Maret 2019 belum selesai baru sekitar 53 sekian persen. Saya kasih lagi ruang untuk menggantikan lagi yang kedua, 90 hari," ujar Banjar.

Karena pada akhir kontrak 17 Juni belum selesai, RSUD menyetop pembangunan. Mereka tidak lagi melanjutkan kontrak dengan pengembang tersebut. "Kan belum selesai, saya harus mengambil sikap secara peraturan kontrak itu tak ada lagi ruang, saya nggak berani, tidak ambil risiko, saya off, saya berhentikan itu," ucap Banjar.


Seperti yang diperintahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pembangunan itu akan diaudit oleh Inspektorat. Selama audit, pembangunan RSUD Koja dihentikan.

"Nah, selesai di tahap memutus kontrak ini ada aturannya. Harus kita mengajukan tarik jaminannya, kemudian kita black list nanti dia. Audit mutu bangunan dulu, kemudian sisa anggaran yang harus dilanjutkan. Itu dilakukan pemeriksaan dulu, sehingga kita bisa anggarkan berapa miliar lagi," ucap Banjar.

Sebelumnya, Anies Baswedan meminta Inspektorat DKI mengaudit pembangunan RSUD Koja, Jakarta Utara. Audit itu untuk mengetahui masalah pembangunan RSUD tersebut sejak 2018.

"Saya kemarin waktu menjenguk Sellha (PSSU yang tertabrak) sempat lihat kondisi tempat itu, memang ada permasalahan di tempat sana. Jadi saya akan meminta Inspektorat mulai melakukan penyelidikan apa yang sesungguhnya terjadi," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selasa (2/7).

Simak Video "Anies Soal Pengumuman Cawapres: Bisa Bulan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(aik/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT