Ahli Patologi Hewan Ragukan AI Tak Menular Antarmanusia

Ahli Patologi Hewan Ragukan AI Tak Menular Antarmanusia

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2005 16:36 WIB
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari selalu menyatakan virus avian influenza atau flu burung tidak menular antarmanusia. Anda percaya dengan pernyataan itu? Seorang ahli patologi hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Darjono, meragukan AI tidak menular antarmanusia.Keraguan Dr Darjono disampaikan dalam workshop tentang pencegahan penularan flu burung di Hotel Shangri-La, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (13/10/2005).Darjono mengaku kecewa dengan kinerja Departemen Kesehatan (Depkes) dalam upaya pemberantasan flu burung. Kekecewaan itu terutama atas sikap Depkes yang tidak transparan dalam pemeriksaan sampel darah keluarga korban flu burung dan pegawai rumah sakit (RS) yang menangani korban.Ahli patologi UGM ini merasa heran dengan hasil yang disampaikan Depkes yang umumnya menyatakan tak ada keluarga atau pun pegawai RS yang terkena flu burung. Keterangan Depkes itu, katanya, seperti hanya untuk memperkuat pernyataan yang menyatakan flu burung tak ditularkan antarmanusia. "Logikanya kalau seseorang terkena penyakit dan itu pasti menular ke sekeliling. Tidak ada penyakit yang begitu hebat seperti AI tidak menular. Kalau hasil terhadap keluarga dan petugas RS negatif, itu adalah hal yang lucu," kata Darjono. Darjono lalu menunjuk penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebagai contoh penularan penyakit. Bila suatu tempat ditemukan positif DBD pasti menyebar ke daerah tersebut. Seharusnya demikian pula logika yang digunakan dalam penularan AI. Maka itu Darjono menilai sikap Depkes yang bersikeras flu burung tidak menular antarmanusia sebagai sangat janggal. Pernyataan itu bertentangan dengan sikap WHO yang meminta Indonesia bersiap menghadapi pandemi."Jika keluarga dan petugas RS tak ada yang positif dan dibilang negatif, lalu kenapa Indonesia dinyatakan pandemi? Ini tidak nyambung," tandas ahli patologi UGM itu. (iy/)


Berita Terkait