Pria Bersenjata Mengamuk, 18 Murid SD Terluka

Pria Bersenjata Mengamuk, 18 Murid SD Terluka

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2005 16:30 WIB
Jakarta - Seorang pria bersenjata mengamuk dan melancarkan tembakan di sebuah sekolah di provinsi Anhui, Cina. Akibatnya, 16 siswa dan dua orang dewasa mengalami luka-luka.Demikian diberitakan kantor berita resmi Cina, Xinhua, dan dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/10/2005).Pria itu memasuki Sekolah Dasar (SD) Niutoushan di Liudong, Anhui, dengan bersenjatakan lima pistol rakitan. Dia langsung memberondong murid-murid yang sedang berolahraga pagi di halaman sekolah."16 Anak terluka namun tidak seorang pun yang sampai terancam jiwanya," ujar seorang guru di sekolah tersebut.Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Hingga kini, dia masih terus diburu aparat polisi."Sembilan anak luka-luka ringan dan tujuh lainnya luka parah. Seorang siswa terkena tembakan yang menembus ke paru-paru, beberapa terkena di kepala dan lainnya di tangan," papar guru yang enggan disebutkan namanya itu. Lebih dari 200 perwira polisi dikerahkan untuk memburu pelaku. Menurut para guru dan otoritas setempat, pelaku adalah Liu Shibing, warga setempat yang dikenal oleh para guru sekolah tersebut. Liu yang berusia 33 tahun, punya sejarah penyakit jiwa. Dia juga pernah memiliki catatan kriminal.Menurut warga setempat seperti dikutip Xinhua, Liu yang masih lajang itu merasa iri kepada teman-teman sebayanya yang telah mempunyai anak. Dia bahkan pernah berkata, "Saya tidak punya anak dan saya akan bunuh anak-anak orang lain."Dari 18 korban luka, sebanyak 11 orang di antaranya telah dibolehkan meninggalkan rumah sakit. Sementara tujuh lagi yang menderita luka-luka serius, masih dirawat di Rumah Sakit Jiuba. Dalam dua tahun terakhir di Cina, telah terjadi sejumlah insiden penusukan di halaman sekolah dan aksi-aksi kejahatan lainnya di kampus-kampus. Namun aksi penembakan di sekolah merupakan peristiwa yang jarang terjadi di negeri Tirai Bambu itu seiring dengan adanya larangan bagi warga sipil untuk memiliki senjata. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads