Tak Dapat KKB, 300 Warga Mengamuk di Kantor Camat
Kamis, 13 Okt 2005 16:23 WIB
Donggala -
Sebanyak 300 keluarga miskin asal Marana, Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah mengamuk di Kantor Camat lantaran sampai Kamis (13/10/2005) tidak juga menerima Kartu Kompensasi BBM (KKB). Padahal hari ini sudah ditetapkan sebagai batas terakhir klaim keluarga miskin.Mereka datang beramai-ramai ke Kantor Camat, saat sekitar 1.000 keluarga miskin (gakin) menerima pencairan Rp 300 ribu per Kepala Keluarga dana kompensasi BBM di Kantor Pos setempat. Kantor Pos ini berdekatan dengan kantor Camat. Samunte Lahasana, juru bicara warga itu mengatakan, tidak terdatanya para penerima KKB itu, karena kacaunya administrasi pemerintah desa setempat. Petugas pendata pun tidak bekerja sungguh-sungguh, sehingga dari 500 keluarga miskin di Marana, hanya 200 kepala keluarga yang terdata."Yang aneh, ada warga yang saat pendataan masih menjadi TKI di Malaysia, setelah kembali justru menjadi penerima dana kompensasi. Jadi ada apa ini, berarti dari sana dia sudah telepon agar namanya dimasukan," ungkap Samunte kesal.Hingga pukul 15.00 Wita, ke-300 warga itu masih tetap menunggu di dekat Kantor Pos. Mereka berharap agar tuntutan mereka untuk memperoleh KKB segera dapat dipenuhi.Sementara itu, proses pencairan dana kompensasi BBM di Kantor Pos Toaya berlangsung ricuh. Hal ini terjadi lantaran seribuan warga saling berebutan meminta nomor urut kepada petugas. Lalu ada pula warga yang memaksa dibayarkan, padahal desanya belum terjadwal hari ini."Coba mengerti kami, ini repotnya juga kalau saudara-saudara tidak mau diatur. Kita semua ini dalam keadaan puasa, jadi sabar saja. Kalau ada kartunya, pasti akan dibayar. Yang belum terjadwal, kembali saja dulu, nanti datang pas ada jadwalnya," teriak salah seorang petugas loket pembayaran yang tampak mulai marah.
(asy/)










































