"Strategi yang disusun berdasarkan ratusan dokumen pokok pikiran dan kebudayaan dari berbagai daerah hampir seluruh daerah yang ada di Indonesia telah menyampaikan pokok pikirannya. Dengan itu akan kita jadikan rujukan untuk berbincang soal arah kebudayaan kita," ujar Muhadjir di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019).
Muhadjir menyampaikan itu saat membuka seminar nasional kebangsaan 'Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan' sekaligus konsolidasi lintas kementerian dan lembaga yang terkait dengan kebudayaan. Konsolidasi ini guna menyusun strategi dan menentukan arah kebudayaan Indonesia di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokumen perencanaan ini diharapkan selesai dalam waktu dekat, sehingga akan menjadi pegangan konkret bagi setiap instansi pemerintah yang hendak menjalankan tugasnya memajukan bangsa," ucapnya.
"Dengan demikian, kita hendak mengkonsolidasikan langkah bersama untuk mengkonkretkan arah besar strategi kebudayaan lewat kerja nyata. Bagaimana strategi kebudayaan yang telah kita sepakati bersama itu dapat dikerjakan untuk menghadapi permasalahan bangsa," lanjutnya.
Mendikbud Muhadjir Effendy hingga Ketua DPR Bambang Soesatyo di seminar kebudayaan. (Eva/detikcom) |
Karena itu, dia berharap forum ini menghasilkan simpul kerja sehingga dapat merealisasi program besar kebudayaan. Juga dapat memperluas jangkauan kerja untuk mewujudkan kemajuan kebudayaan.
"Saya berharap, melalui forum ini, akan terwujud simpul kerja bersama yang bisa menggulirkan program besar kebudayaan. Saya juga berharap forum ini dapat semakin memperluas jangkauan kerja kemajuan kebudayaan dengan melibatkan beberapa unsur masyarakat sipil. Dan lintas instansi pemerintah," tutur Muhadjir.
Dalam acara ini hadir juga Ketua DPR Bambang Soesatyo, Kepala Bekraf Triawan Munaf, serta Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal (Purn) Agus Mujoyo.
Simak Juga Blak-blakan Mendikbud: Menjawab Kontroversi Sistem Zonasi











































Mendikbud Muhadjir Effendy hingga Ketua DPR Bambang Soesatyo di seminar kebudayaan. (Eva/detikcom)