detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 10:49 WIB

Bayi di Riau Meninggal Terjangkit Virus Rubela

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Bayi di Riau Meninggal Terjangkit Virus Rubela Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Pekanbaru - Bayi berusia 7 hari di Kabupaten Bengkalis, Riau, meninggal dunia karena terjangkit virus rubela. Hasil pengecekan darah di laboratorium menyatakan bayi tersebut positif terkena virus rubela.

"Kita menerima laporan dari Dinas Kesehatan Pemkab Bengkalis adanya bayi yang meninggal karena terjangkit rubela," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra Mimi Yuliani Nazir kepada detikcom, Rabu (3/7/2019).

Mimi menjelaskan bayi yang meninggal tersebut merupakan anak pasangan suami-istri asal Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis. Bayi tersebut lahir pada 22 Juni 2019 lewat operasi caesar.



"Melahirkan secara SC, karena hasil pemeriksaan dokter spesialis kandungan bahwa ada cairan di kepala janin," kata Mimi.

Ketika lahir, bayi itu memiliki berat badan 2.600 gram, panjang badan 47 cm, dan lingkar kepala 33 cm. Bayi ini memiliki gejala muntah-muntah.

"Ketika bayi lahir secara SC, diketahui mata kanannya mengalami katarak, ada kelainan jantung, dan hidrosefalus," kata Mimi.

Pemeriksaan awal terhadap bayi tersebut, kata Mimi, dilakukan dokter spesialis anak dr Dian Patricia dengan diagnosis suspek CRS.

"Setelah lahir, bayi dirawat intensif di NICU, terpisah dari bayi-bayi yang lainnya. Bayi ini lahir di RSUD Bengkalis," kata Mimi.

Pihak RSUD Bengkalis selanjutnya mengambil sampel darah bayi ke laboratorium Paramita di Pekanbaru pada 25 Juni 2019.

"Pada 27 Juli 2019, hasil uji labor positif rubela," kata Mimi.



Karena positif terkena virus rubela, kata Mimi, bayi tersebut dipasangi ventilator. Ini karena sejak lahir mengalami kelainan jantung. Sejak itu, lanjut Mimi, pada 28 Juni kondisi umum bayi menurun. Sehari kemudian, tepatnya 29 Juni pukul 07.25 WIB, bayi meninggal dunia.

"Kemungkinan besar, ibu bayi terpapar virus rubela saat mengandung," kata Mimi.


Vaksin MR di Riau Tak Mencapai Target Nasional


Mimi menyebutkan program vaksin MR (antirubela) di Riau memang tidak mencapai target nasional 95 persen. Di Provinsi Riau dengan 12 kabupaten dan kota, pencapaian vaksin MR hanya 45 persen.

"Untuk Kabupaten Bengkalis, pencapaian vaksin MR hanya sekitar 56 persen. Sedangkan keseluruhan program vaksin MR di Riau hanya mencapai 45 persen jauh dari target nasional 95 persen," kata Mimi.

Dengan kondisi vaksin MR tidak mencapai target nasional, ujar Mimi, secara umum masyarakat, terutama ibu mengandung, di Riau rawan terpapar virus rubela.

"Pada 2018, target vaksin MR di Riau pencapaiannya masih rendah. Kondisi ini tentunya sangat berimbas akan rawannya masyarakat terpapar virus rubela. Kalaupun di Kabupaten Bengkalis pencapaiannya lebih 50 persen, secara keseluruhan di Riau masih 45 persen pencapaian vaksin MR, itu tetap saja kondisinya rawan," kata Mimi.

Dalam program vaksin MR ini, seluruh jajaran dinas kesehatan di Riau sudah melakukan sosialisasi akan pentingnya vaksin MR dan mengedukasi masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan. Bukan hanya itu, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota di Riau juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau untuk bersama-sama memberikan pengertian akan pentingnya vaksin MR.



"Walau vaksinasi tidak mencapai target nasional, kita tetap mengimbau kepada masyarakat tetap memberikan vaksin kepada anaknya sejak usia 9 bulan hingga 15 tahun," tutup Mimi.

Sebagaimana pernah dilansir media ini, rendahnya pencapaian vaksin MR di Riau tidak lain soal isu haram terkait vaksin tersebut. Di tengah masyarakat, vaksinasi menimbulkan pro dan kontra soal bahan dasar vaksin yang tidak halal. Padahal MUI sudah mengingatkan bahwa sepanjang belum ada vaksin pengganti lainnya, masih diperbolehkan menggunakan vaksin MR tersebut demi kemanfaatan kesehatan.

Sejumlah program dinas kesehatan yang melakukan vaksin ke sejumlah sekolah banyak mendapat penolakan dari orang tua murid. Alasan anaknya tidak diperbolehkan vaksin MR masih seputar soal haram bahan dasar vaksin. Walau demikian, sebagian orang tua lainnya mengikuti anjuran pemerintah untuk memvaksin anak-anak mereka. Meski demikian, hasilnya di Riau hanya mencapai 45 persen dan jauh di bahwa target nasional 95 persen.

Simak Video "Mimik Anak-Anak Saat Imunisasi Measles Rubella "
[Gambas:Video 20detik]

(cha/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed