Isu Reshuffle Menyembul Lagi
Kamis, 13 Okt 2005 16:10 WIB
Jakarta - Isu memang bisa muncul tanpa mengenal waktu. Isu reshuffle yang muncul beberapa waktu lalu sudah dibantah Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla (JK). Tapi, entah mengapa sepekan menjelang 1 tahun pemerintahan SBY-JK, isu ini kembali menyembul.Isu ini menyebar kencang sejak dua hari terakhir. Bahkan, hari ini, Kamis (13/10/2005), isu ini semakin mengalun kencang. Seorang sumber di partai politik yang dekat dengan SBY juga membenarkan hal itu. Isunya, reshuffle kabinet akan diumumkan Presiden SBY pada Kamis (20/10/2005), bertepatan 1 tahun pemerintahan SBY-JK. Kabarnya, menjelang 20 Oktober, SBY terus melakukan evaluasi terakhir bersama menteri yang sangat dipercayainya, Sudi Silalahi. Menteri-menteri yang dikabarkan akan di-reshuffle sebagian besar adalah tim ekonomi. Antara lain Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Yusuf Anwar, Menteri Perumahan Yusuf Ashari, Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja, dan Menteri UKM/Koperasi Suryadharma Ali. Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu diisukan akan ditukar posisinya sebagai Menteri Perindustrian. Menteri-menteri lain yang diisukan akan diganti adalah Menko Kesra Alwi Shihab dan juga Menkominfo Sofyan Djalil. Dari menteri-menteri itu, isu yang paling kencang akan diganti adalah Aburizal Bakrie (Ical). Bahkan, kabarnya sudah ada dua calon yang akan diusung SBY menggantikan Ical, yaitu Dorodjatun Kuntjoro-jakti dan Rizal Ramli. Dorodjatun kabarnya sudah ditawari sejak lama. Bahkan, Menko Perekonomian zaman Megawati ini telah diajak Presiden SBY dalam kunjungannya ke AS beberapa waktu lalu. Sedangkan Rizal Ramli setahun lalu telah masuk kandidat Menko Perekonomian, meski akhirnya SBY memilih Ical. Ical akan diganti karena kinerjanya tidak menggembirakan. Namun, upaya penggantian Ical diperkirakan tidak mulus. JK akan mempertahankan Ical, karena berhutang budi. Informasi tentang hubungan Kalla dengan Ical ini juga telah menjadi isu beberapa waktu silam. Isu reshuffle kabinet ini juga semakin kencang karena didorong oleh parpol-parpol yang menginginkan kadernya duduk di kabinet. Misalnya, DPP PPP sudah resmi minta 2 menterinya di kabinet dievaluasi, dan diganti, karena tidak memberikan kontribusi kepada partai. Dua kader PPP yang duduk di kabinet SBY-JK adalah Menteri Koperasi/UKM Suryadharma Ali dan Meneg BUMN Sugiharto. Para politisi Golkar juga telah meminta kabinet dikocok ulang dan dibagi secara proporsional. Golkar tidak sreg hanya kebagian dua menteri, sementara PPP mendapat jatah 3 menteri. Dua kader Golkar yang duduk di kabinet adalah Fahmi Idris dan Aburizal Bakrie. Kabarnya, Golkar sudah menyiapkan banyak calon untuk duduk di kursi menteri. Sementara DPP PKB Muhaimin juga telah meminta SBY memberhentikan Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf.Benarkah isu-isu ini? Yang namanya isu, memang tidak didasarkan fakta yang kredibel, bisa benar, bisa tidak. Sebaiknya, memang jangan dipercaya. Lebih baik tunggu 20 Oktober nanti. Apalagi, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari SBY maupun para pembantunya tentang hal ini. Meski begitu, isu-isu seperti ini telah menjadi bahan perbincangan di banyak kalangan, seperti di kalangan pebisnis, politisi, atau LSM. Bahkan, kalangan profesional dan komunitas Teknologi Informasi (TI) juga tengah memperbincangkan isu ini.
(asy/)











































