Anies Sebut Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta, Ini Kata BMKG

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 03 Jul 2019 06:06 WIB
Ilustrasi Polusi Udara (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut musim kemarau menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kualitas udara di Jakarta. Apa kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)?

BMKG menyatakan musim kemarau memang dapat membuat penurunan kualitas udara. Hal ini terjadi karena hujan yang berfungsi sebagai pembersih udara alami jarang turun saat musim kemarau melanda.

"Betul musim kemarau dapat berdampak pada penurunan kualitas udara, karena hujan, sebagai pembersih udara alami semakin jarang turun di musim kemarau (MK), terlebih menjelang dan saat puncak MK, sehingga udara lebih kotor dari biasanya," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, saat dihubungi, Selasa (2/7/2019) malam.

Anies Sebut Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta, Ini Kata BMKGDeputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Herizal mencatat, hingga akhir Juni, deret hari tidak hujan berurutan (HTH) sudah terjadi lebih dari dua bulan di beberapa tempat di Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Selain itu, Herizal mengatakan, di musim kemarau, umumnya kelembapan udara rendah sehingga banyak debu berterbangan.


"Selama musim kemarau selain hujan jarang turun, kelembapan udara umumnya rendah, karena kelembapan udara rendah maka ikatan partikel tanah di permukaan bumi menjadi rapuh dan mudah diterbangkan angin, mengapung di udara terbuka sehingga udara menjadi lebih keruh dari biasanya." sebutnya.

Herizal menyebut saat musim kemarau biasanya sering terbentuk lapisan inversi di pagi hari. Lapisan itu membuat seolah udara keruh terperangkap di dekat permukaan bumi.

"Sehingga udara keruh seolah terperangkap di dekat permukaan bumi dan sulit keluar menembus lapis atmosfer bebas," sambungnya.


Selain musim kemarau, Herizal menyebut kondisi lalu lintas Jakarta yang padat kendaraan bermotor juga berdampak terhadap kualitas udara. Selain itu, keberadaan pabrik-pabrik di sekitar Jakarta menambah buruknya kualitas di Jakarta.

"Kombinasi faktor alam dan faktor antropogenik (aktivitas manusia) menyebabkan kualitas udara lebih buruk di musim kemarau," sebutnya.

Anies Sebut Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta, Ini Kata BMKGGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Wildan/detikcom)

Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan mengingatkan warga Ibu Kota untuk mengantisipasi kemarau. Anies menyebut kemarau sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas udara Jakarta.

"Perlu saya sampaikan proyeksi cuaca di Indonesia, dan di Pulau Jawa, termasuk di Jakarta. Kita akan menghadapi musim kering, dan musim kering ini telah berkontribusi terhadap bagaimana kondisi kualitas udara di Jakarta," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/7).


Tonton video Jawaban Anies soal Reklamasi dan Tudingan Ingkar Janji:

[Gambas:Video 20detik]


Anies Sebut Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta, Ini Kata BMKG


Simak Video "BMKG Prediksi Adanya Hujan-Petir saat Race MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(ibh/dnu)