detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 00:41 WIB

Dubes: Keikutsertaan WNI di Gay Pride Paris atas Nama Pribadi, Tak Wakili RI

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Dubes: Keikutsertaan WNI di Gay Pride Paris atas Nama Pribadi, Tak Wakili RI Duta Besar RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Nasir memastikan WNI yang mengikuti parade Gay Pride di Paris tidak mewakili Indonesia. Mereka ikut acara itu atas nama pribadi.

"Adanya keikutsertaan beberapa WNI dan diaspora pada acara Parade Gay Pride di Paris tanggal 29 Juni 2019 bukan/tidak mewakili Indonesia, melainkan atas nama pribadi atau kelompok mereka," kata Arrmanatha lewat pesan singkat, Rabu (3/7/2019).


Sebelumnya diberitakan, di media sosial, beredar foto orang-orang yang memakai baju adat Bali hingga Bugis. Mereka membawa bendera pelangi serta spanduk dalam bahasa Prancis bertulisan 'Indonesie, pays de diversité. Diversite culturelle, religieuse, ethnique, sexuelle et du genre' atau jika diterjemahkan secara bebas artinya 'Indonesia, negara dengan keragaman. Keragaman budaya, agama, etnis, serta seksual dan gender'.

Foto-foto itu beredar dengan isu bahwa Indonesia mengirimkan perwakilan ke festival LGBT di Paris, Prancis. Isu itu beredar di Facebook, Twitter, hingga grup-grup WhatsApp. Seperti dilansir france24.com, parade Gay Pride berlangsung di sejumlah negara pada akhir pekan lalu, di antaranya Paris, Prancis, dan New York, AS. Salah satu hal yang mereka angkat dalam acara itu adalah hak bagi LGBT.


Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menegaskan pemerintah Indonesia tidak mengirimkan delegasi ke acara tersebut.

"Saya tidak bisa konfirmasi apakah mereka orang Indonesia atau bukan. Kalau dilihat dari foto tersebut, kegiatan masyarakat umum ya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah saat dihubungi, Selasa (1/7/2019).

"Pemerintah tidak pernah kirim delegasi ke kegiatan seperti itu. Kalau orang per orangan, mereka bertanggung jawab pada dirinya sendiri atas apa yang dilakukan," sambungnya.

Belakangan, Kelompok Satu Pelangi yang berpartisipasi di World Pride Parade 2019 di New York, Amerika Serikat memberi penjelasan. Co-Founder Satu Pelangi, Luthfi Madjid menegaskan bahwa kehadiran mereka di parade itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah Indonesia.

Luthfi menegaskan adalah Satu Pelangi adalah organisasi nonprofit yang berdiri sendiri tanpa bantuan dari pihak manapun juga. Luthfi meminta kehadiran mereka di parade tersebut tidak dikaitkan dengan politik di Indonesia.

Simak Video "Kemlu Pastikan Indonesia Tak Kirim Delegasi ke Gay Pride di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]

(imk/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com