detikNews
Selasa 02 Juli 2019, 18:26 WIB

Luhut Cerita soal Bahasa Inggris Jokowi yang Medok Jawa di KTT G20

Indah Mutiara Kami - detikNews
Luhut Cerita soal Bahasa Inggris Jokowi yang Medok Jawa di KTT G20 Jokowi dalam KTT G20. (Kemen Setneg RI)
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berbagi cerita tentang interaksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pemimpin negara lain di KTT G20. Menurutnya, Jokowi saat itu berbahasa Inggris dengan lancar.

Luhut merupakan salah satu menteri yang mendampingi Jokowi selama perhelatan KTT G20 di Osaka, Jepang, akhir pekan lalu. Ketika itu, Jokowi sempat berpidato di forum KTT hingga melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara.

Seusai acara itu, Luhut melihat banyak pihak yang mempersoalkan logat Jawa saat Jokowi berbahasa Inggris. Menurutnya, hal itu bukan masalah.

"Ada yang bilang bahasa Inggris Pak Jokowi medok Jawa. Memang betul. Saya juga medok, tapi medok Batak. Lantas, apakah kita harus malu dengan lidah Indonesia kita? Saya tidak setuju karena saya bangga jadi orang Indonesia dan saya bangga dengan logat Batak saya," tulis Luhut di akun Facebook-nya, Selasa (2/7/2019).

Luhut Cerita Soal Bahasa Inggris Jokowi yang Medok Jawa di KTT G20Jokowi di KTT G20 (Foto: dok. Instagram Presiden Joko Widodo @jokowi)




Selama KTT G20, dia juga memperhatikan logat Jawa itu tidak menjadi halangan bagi Jokowi untuk berbincang dengan pemimpin negara lain. Bukan hanya dalam momen resmi, Jokowi juga mengobrol santai dalam berbagai kesempatan.

"Saya mendengar beliau selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasinya dengan pimpinan negara lain. Kalau bahasa Inggris-nya tidak baik, tidak mungkin seperti Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang dengan beliau," ungkapnya.

Jokowi berbincang dengan Ivanka Trump di KTT G20 / Jokowi berbincang dengan Ivanka Trump di KTT G20. (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)


Luhut juga memperhatikan aksen pemimpin negara lain saat KTT G20, dari Jerman hingga Prancis. Menurutnya, mereka juga 'medok' dengan logat dari negara masing-masing.

"Artinya, setiap bangsa punya logat khas masing-masing. Jadi tidak perlu kita menilai rendah seseorang hanya karena aksen bahasa Inggris-nya," kata Luhut.



Sebenarnya, Jokowi menerima 17 permintaan pertemuan bilateral dari negara lain dalam KTT G20. Tapi pada akhirnya jumlah pertemuan bilateral itu harus dikurangi karena Jokowi menunggu putusan Mahkamah Konstitusi sebelum bertolak ke Jepang.

"Ini adalah bukti betapa populernya Indonesia sekarang di kalangan anggota G20, yang notabene merupakan negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia," tegasnya.



Tonton Video Hadiri KTT G20, Jokowi Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan:

[Gambas:Video 20detik]

Luhut Cerita soal Bahasa Inggris Jokowi yang Medok Jawa di KTT G20


Simak Video "Hadiri KTT G20, Jokowi Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]

(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com