5 Aktivis Republik Maluku Selatan Ditangkap Terkait Makar

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 02 Jul 2019 17:53 WIB
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap dan menetapkan lima aktivis Republik Maluku Selatan (RMS) sebagai tersangka kasus dugaan makar. Penangkapan didahului dengan penggerebekan di rumah salah satu warga yang kerap menjadi lokasi berkumpul para aktivis.

"Pada Sabtu, 29 Juni 2019, pukul 10.15 WIT, bertempat di Sektor 3, Desa Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah, telah dilakukan penggeledahan dan penangkapan di rumah milik warga bernama Ibu Bet Siahaya, yang diduga sebagai tempat berkumpul para tokoh dan simpatisan RMS, dengan dugaan perkara makar," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhammad Roem Ohoirat dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (2/7/2019).

Kelima aktivis yang ditangkap berinisial IS (80), TS (50), JN (35), MN (30), dan BN (30). Kelimanya adalah warga setempat. Roem menjelaskan penggerebekan dan penangkapan didasari adanya informasi dari masyarakat.

"Barang bukti sebuah bendera RMS yang dibentangkan di dinding ruang tamu dan beberapa dokumen lainnya di dalam kamar rumah milik Ibu Bet Siahaya," ujar Roem.


Tak hanya ditemukan di dalam rumah, bendera RMS juga sempat berkibar di area sektor IV Jembatan Cinta. Polisi dan warga kemudian menurunkan bendera itu.

"Kelima tersangka tersebut sering melakukan kegiatan doa di rumah Saudara IS, yang mana dengan maksud tujuan agar RMS bisa berdaulat dan bebas dari NKRI," ucap Roem.

Polisi menjerat kelima tersangka dengan Pasal 106 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP tentang makar.



Simak Juga 'Jejak M. Sofjan Jacoeb Hingga Berstatus Tersangka Kasus Makar':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Polisi yang Terlibat Penculikan WN Inggris Hukumannya Diperberat!"
[Gambas:Video 20detik]
(aud/nvl)