Menkominfo: Semua Tokoh Iklan BBM Sudah Berikan Persetujuan

Menkominfo: Semua Tokoh Iklan BBM Sudah Berikan Persetujuan

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2005 15:20 WIB
Jakarta - Iklan kenaikan harga BBM yang tayang di televisi dan radio berbuntut masalah. Namun, Menkominfo Sofyan Djalil menegaskan tidak ada yang salah dengan iklan itu. Semua tokoh yang terlibat sebagai bintang iklan sudah memberikan persetujuan. Hal ini disampaikan Sofyan Djalil kepada wartawan seusai menerima kunjungan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) di Kantor Depkominfo, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2005). Saat itu, Menkominfo ditanya seputar tanggapan miring para tokoh yang menjadi bintang iklan kenaikan harga BBM itu. "Kita mendapat iklan tersebut dengan persetujuan, baik dengan Aa Gym, Kurtubi dan lain-lain. Tidak ada masalah," kata Sofyan. Sofyan mengaku bukan dirinya yang membawa para tokoh tersebut untuk dijadikan bintang iklan. "Yang membawa mereka, bukan saya, tapi production house (PH). Dan ketika PH menyatakan Aa Gym menjadi model, saya kemudian menelepon Aa Gym, untuk memastikan dan dia bilang ya," kata Sofyan.Sebelumnya, sejumlah tokoh yang menjadi model iklan memberikan pernyataan miring tentang iklan yang ditayangkan televisi dan radio sejak kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu itu. Aa Gym, misalnya, merasa iklan itu tidak sesuai harapan, karena pernyataannya hanya ditayangkan sepotong-sepotong. Buntutnya, Aa Gym meminta iklan yang memuat pernyataan dirinya dicabut.Syofwan Karim Elha (Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Barat/Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat) bahkan mengaku tidak tahu menahu dirinya dijadikan bintang iklan. Orang Depkominfo tidak pernah menghubunginya. Dia mengaku pernyataannya tentang kenaikan harga BBM yang dimuat dalam iklan itu sebenarnya disampaikan saat wawancara dengan wartawan, bukan untuk pembuatan iklan. Sementara Kurtubi terkejut karena kenaikan harga BBM luar biasa tinggi. Dia sebelumnya memprediksi kenaikan harga BBM hanya 50%, tapi nyatanya rata-rata kenaikannya di atas 100%. Tentang hal ini, Sofyan Djalil juga menangkisnya. Menurut Sofyan, bila para tokoh itu terkejut dengan persentase kenaikan harga BBM, merupakan hal wajar. "Saya sebelumnya juga tidak tahu berapa persentase BBM naik," ungkap dia enteng.Sementara saat dimintai komentarnya tentang pengakuan Syofwan Karim Elha, Sofyan Djalil mengatakan, "Dalam agama, tidak ada paksaan. Kita mendapat iklan itu dengan concern dan persetujuan tokoh-tokoh itu."Karena itu, Sofyan menegaskan, pihaknya tidak melakukan pelanggaran etika dan hukum dalam pembuatan iklan itu. "Etika yang mana? Etika kami adalah menyelamatkan negara karena pemerintah sadar betul tentang masalah ini. Dan secara hukum, tidak ada yang kami langgar," tukas Sofyan. Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Umum PPPI Narga Habib mengatakan, seharusnya kasus yang dialami Syofwan tidak terjadi. "Sesuai standar praktis, tidak mungkin terjadi. Karena antara model dan PH ada kontrak," kata dia."Dalam kontrak jelas dan detil. Bahkan, ada jangka waktu masa tayang iklan. Jadi, model bisa saja menggugat PH kalau keberatan bila masa tayang iklan itu sudah habis, tetapi iklan itu tetap ditayangkan," imbuhnya. (asy/)


Berita Terkait