PPP soal Calon Menteri Jokowi dari Kalangan Muda: Ada Nggak Orangnya?

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 02 Jul 2019 16:02 WIB
Arsul Sani (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - PPP tidak mempermasalahkan jika nantinya kabinet presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) diisi generasi muda. Di sisi lain, PPP masih meragukan sifat kepemimpinan yang dimiliki generasi muda.

"Ya bisa jadi, why not? Anggota Dewan kan ada juga. Tapi kita tidak tahu ada-tidak orangnya. Persoalannya lebih tepat apakah ada orang-orang muda yang memang punya kemampuan mumpuni, punya leadership yang kelihatan," ujar Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2019).


Menurut Arsul, pihaknya memandang usia matang ialah 30-40 tahun. Karena ia menilai pada usia tersebut anak muda matang gagasan baru untuk membangun negara.

"Itu tentu nanti ada hal yang harus dipertimbangkan, karena kalau kita muda di umur 40-an kan banyak juga anak muda yang hebat, pada umur segitu punya gagasan yang lebih baik. Tapi kemudian tentu pertanyaannya apakah sudah punya pengalaman untuk memimpin sebuah organisasi publik seperti kementerian atau lembaga yang besar. Itu kan soal lain. Tak tertutup kemungkinan karena wacana ini menggelinding terus, ya," ucapnya.


Namun Arsul tetap menghargai keinginan Jokowi untuk mengisi pemerintahan dengan generasi muda. Menurutnya, itu merupakan salah satu cara mewujudkan kebijakan Jokowi membangun sumber daya manusia (SDM).

"Tentu kalau Pak Jokowi menyampaikan bahwa akan banyak, katakanlah, di dalam kabinet atau di pemerintahan meskipun itu di luar kabinet, anak-anak muda yang akan masuk dalam pemerintahan, saya kira kita harus ambil sisi positifnya bahwa Pak Jokowi itu karena memang di visi-misi Pak Jokowi itu yang pertama di pemerintahan, kedua pembangunan SDM," katanya.

"Salah satu aspek pembangunan SDM adalah menyiapkan generasi yang lebih muda untuk siap memimpin negara, pemerintahan, organisasi yang besar. Jadi itu bukan sesuatu yang luar biasa," lanjut Arsul.

Simak Video "Suara-suara Partai soal Calon Menteri Pilihan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(eva/gbr)