Sosialisasikan Kenaikan Harga BBM, Depkominfo Rogoh Rp 7 M
Kamis, 13 Okt 2005 14:34 WIB
Jakarta -
Pemerintah mati-matian memutar otak agar masyarakat bisa menerima kenaikan harga BBM. Karena itulah dibuat sosialisasi tentang kenaikan harga BBM. Untuk hal 'cuap-cuap' ini, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menggelontorkan dana Rp 7 miliar. Anggaran Rp 7 miliar ini diakui oleh Menkominfo Sofyan Djalil. "Dana yang dianggarkan Rp 7 miliar. Namun, belum terpakai semua," kata Sofyan kepada wartawan di Kantor Depkominfo, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2005). Sosialisasi kenaikan harga BBM ini dilakukan Depkominfo, antara lain dengan menggelar diskusi dan memproduksi iklan dan menayangkannya di media massa. "Kita iklan juga murah, karena ada tarif khusus," kata Sofyan yang tidak merinci jumlah dana untuk pembuatan dan penayangan iklan itu. Untuk pembuatan iklan, Depkominfo memberi order sebuah production house (PH). Dan iklan yang diproduksi PH tersebut melibatkan sejumlah tokoh, seperti Aa Gym (dai/ustad/ulama), Kurtubi (pengamat perminyakan), dan Syofwan Karim Elha (Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Barat/Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat). Saat ditanya berapa honor yang diberikan kepada para bintang iklan itu, Sofyan mengaku tidak membayar mereka. "Saya tidak bayar tokoh. Tapi, yang kami bayar adalah biaya produksi yang dikeluarkan PH," kata Sofyan. Dalam perkembangannya, iklan sosialisasi kenaikan harga BBM ini menuai masalah. Aa Gym merasa iklan itu tidak sesuai harapan, karena pernyataannya hanya ditayangkan sepotong-sepotong. Buntutnya, Aa Gym meminta iklan yang memuat pernyataan dirinya dicabut.Syofwan mengaku tidak tahu menahu dirinya dijadikan bintang iklan. Bahkan, orang Depkominfo tidak pernah menghubunginya. Dia mengaku pernyataannya tentang kenaikan harga BBM yang dimuat dalam iklan itu sebenarnya disampaikan saat wawancara dengan wartawan. Sementara Kurtubi terkejut karena kenaikan harga BBM luar biasa tinggi. Dia sebelumnya memprediksi kenaikan harga BBM hanya 50%, tapi nyatanya rata-rata kenaikannya di atas 100%.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































