Warga Solo Demo, Desak Polisi Segera Tangkap Teroris
Kamis, 13 Okt 2005 14:01 WIB
Solo - Merasa risih daerahnya disebut-sebut sebagai 'sarang' teroris, seratusan pemuda di Solo menggelar aksi demo. Mereka mendesak polisi segera menangkap para pelaku teror serta mampu memberikan jaminan keamanan dan ketentraman bagi masyarakat.Massa gabungan berbagai ormas dan LSM tersebut menggelar aksi di depan Mapolwil Surakarta, Kamis (13/10/2005). Selain mengecam aksi-aksi teror, mereka juga mendesak aparat kepolisian selaku penanggung jawab keamanan danketertiban umum untuk menuntaskan penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap masyarakat atau terorisme.Salah seorang peserta aksi, Setyo Dwi Herwanto, mengatakan, polisi tidak boleh hanya melemparkan opini bahwa Solo dan sekitarnya menjadi tempat persembunyian buron berbahaya dalam kasus terorisme. Polisi, menurutnya, harus segera memberikan jaminan kepada warga yang resah karena pernyataan tersebut."Polisi harus segera bisa menangkap buron itu karena polisi sendiri sudah terlanjur menakut-nakuti rakyat dengan mengatakan ada buron berbahaya bersembunyi di Surakarta yang selalu membawa bom aktif. Rakyat jangan dihantui ketakutan-ketakutan baru akibat pernyataan pihak berwenang," ujar koordinator Pattiro (Pusat Telaah Informasi Regional) Solo tersebut.Selain itu polisi juga diminta segera membuktikan pernyataannya bahwa bom Bali II dirakit di Solo. Sebab pernyataan ini segera menggiring opini bahwa Solo memang benar-benar sarang pelaku teror. Padahal, menurutnya, kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat Solo dan sekitarnya sama sekali bertentangan dengan tindak kekerasan seperti pemboman.Hal serupa juga disampaikan oleh Anshori. Aktivis PMII Surakarta ini meminta polisi segera membongkar jaringan teroris di Surakarta. "Jika nanti ternyata tidak mampu maka wajar jika kami menganggap polisi hanya mengarahkan opini buruk terhadap Surakarta. Kami juga sepenuhnya akan berada di belakang aparat negara dalam pemberantasan terorisme," ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya, setelah peledakan di Bali 1 Oktober lalu, Solo dan sekitarnya kembali menjadi sorotan utama. Polisi dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng melakukan penyisiran di Purwantoro, Wonogiri, untuk menangkap buron Noordin M Top. Polisi hingga saat ini masih meyakini Noordin dan beberapa pengawalnya saat ini masih berada di Surakarta.Bahkan terakhir menyebut bahwa perakitan bom yang meledak di Bali itu dilakukan di Solo. Diyakini pula oleh polisi bahwa perencanaan peledakan bom Bali II dilakukan di perbatasan Jateng - Jatim. Bahkan hingga saat ini polisi juga masih menerapkan status Siaga I untuk daerah tersebut.
(nrl/)











































