Anies: Kenaikan Biaya Balik Nama Bisa Tekan Pertumbuhan Kendaraan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 18:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI bermaksud menaikkan biaya balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) untuk menekan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Selain itu, kenaikan BBN-KB akan membuat pendapatan dari pajak meningkat.

"Usulan kenaikan tarif BBN-KB dari 10% menjadi 12,5 %, berpotensi menambah penerimaan daerah sebesar kurang-lebih Rp 90 miliar sampai Rp 100 miliar per bulan. Atau Rp 1 triliun sampai Rp 1,2 triliun per tahunnya," ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membacakan jawaban Raperda dalam rapat Paripurna, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (1/7/2019).

"Usulan tarif tersebut diharapkan menekan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor," ujar Anies.


Kebijakan ini merupakan kesepakatan rapat kerja terbatas Asosiasi Badan Pendapatan Daerah se-Jawa dan Bali pada 13 Juli 2018. Maka, akan terjadi ketimpangan jika hanya Jakarta yang tidak melaksanakannya.

"Pemerintah Provinsi Banten saat ini telah memberlakukan tarif BBN-KB 12,5% sehingga, jika tidak diberlakukan ketentuan yang sama, dikhawatirkan terjadi kesenjangan tarif BBN-KB antar provinsi," ucap Anies.

Anies pun menyebut kenaikan 12,5 persen tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat. Maka kebijakan ini aman untuk dilaksanakan.


"Kami sampaikan, tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2019 tantang Pajak Daerah dan Retribusi daerah yang menerapkan tarif BBN-KB pertama paling tinggi 20%, dan tarif BBN-KB untuk penyerahan kedua dan seterusnya paling tinggi sebesar 1%," ucap Anies.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang mengusulkan Raperda tentang BBN-KB kepada DPRD. Dalam raperda tersebut, Pemprov akan menetapkan BBN-KB pertama sebesar 12,5% serta BBN-KB kedua dan seterusnya sebesar 1%.



Simak Juga 'Jawaban Anies soal Reklamasi dan Tudingan Ingkar Janji':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "69.356 Orang di DKI Rapid Test, 2.687 Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(aik/rvk)