Sadar Servis Belum Maksimal
Kenaikan Tarif KA Ekspres Ditunda
Kamis, 13 Okt 2005 13:48 WIB
Jakarta - PT Kereta Api akhirnya menunda implementasi kenaikan tarif kereta ekspres yang seyogyanya berlaku Kamis (13/10/2005). Kenaikan tarif akan dilakukan setelah ada kenaikan jumlah penumpang.Hal itu disampaikan Kepala Divisi Angkutan Jabodetabek PT KA Rachmadi kepada detikcom di Stasiun Juanda, Jalan Juanda, Jakarta.Semula hari ini PT KA akan menerapkan tarif baru KA ekspres Bogor-Kota dari Rp 10.000 menjadi Rp 13.000, Depok-Kota, Bekasi-Kota, Tangerang-Kota dan Serpong-Kota dari masing-masing Rp 7.500 menjadi Rp 10.000."Kita menunda penerapan keputusan itu. Pertama, karena beberapa jalur ekspres masih perlu peningkatan jumlah penumpang dan kedua, sosialisasinya pendek," ungkap Rachmadi.Apalagi, lanjut dia, kenaikan tarif tersebut terkesan mendadak. Sebab keputusannya baru ditetapkan pada 7 Oktober, diumumkan pada 9 Oktober, dan diterapkan pada 13 Oktober.Selain itu sudah ada keluhan dari masyarakat mengenai melonjaknya dana yang harus dikeluarkan untuk transportasi. PT KA juga berencana akan melakukan pembenahan dalam hal servis yang dirasa kurang maksimal.Awal NovemberDengan beberapa alasan tersebut, PT KA menilai idealnya kenaikan tarif dilakukan di awal bulan, sehingga masyarakat dapat mengalokasikan dananya yang pas-pasan untuk angkutan massal itu.Meski demikian, kenaikan pada awal November ini akan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus. Untuk tarif kereta ekspres Jakarta-Bogor tarif yang diberlakukan menjadi Rp 11.000, Depok-Kota menjadi Rp 9.000, Bekasi-Kota menjadi Rp 9.000, Tangerang-Kota tetap Rp 7.500, dan Serpong-Kota Rp 8.000.Sedangkan kenaikan tarif seperti yang diputuskan pada 7 Oktober akan diberlakukan mulai awal Januari 2006. Namun, apakah kenaikannya sebesar yang ditetapkan, ia mengaku belum tahu."Kita masih akan melakukan evaluasi pada Desember nanti, apakah hasilnya menggembirakan atau tidak. Jadi semuanya tergantung di lapangan," katanya.Selain itu, PT KA juga masih akan menunggu keputusan PT PLN yang rencananya akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL). PT KA juga akan melihat daya serap kereta terkait naiknya harga BBM. Sejauh ini diakui memang sudah terjadi lonjakan penumpang. Ia mencontohkan lonjakan penumpang sekitar 226 orang pada 1 Oktober lalu untuk kereta api jurusan Bogor-Tanah Abang. Dari hasil evaluasi ternyata orang-orang tersebut adalah penumpang baru, bukan penumpang yang memang sudah resmi berlangganan. "Jadi kami ingin jumlah penumpang meningkat dulu, baru tarif dinaikkan," jelasnya.Peningkatan penumpang juga diharapkan terjadi di wilayah Tangerang yang tarifnya batal dinaikkan. Sedangkan tarif KA ekspres Serpong hanya dinaikkan Rp 500 karena servisnya yang tidak maksimal. "Kami belum bisa menjanjikan kereta tepat waktu," katanya.Selain tarif tiket eceran, PT KA juga berharap tiket bulanan KA ekspres naik dari sekitar Rp 465 ribu menjadi Rp 500 ribu. Kenaikan juga diharapkan untuk tiket kelas ekonomi. "Tapi untuk ini kita masih bicarakan dengan DPR," katanya.
(umi/)











































