Soal 'Ucapan Selamat Budaya Barat', Sandiaga Ungkit Sikap Megawati

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 16:05 WIB
Sandiaga Uno (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Eks cawapres Sandiaga Uno menilai pemberian ucapan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin seusai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019 seperti budaya barat. Sandiaga memberikan penjelasan atas pernyataannya itu.

"Kita tuh kan kemarin diharapkan memberikan selamat waktu pasca-penutupan MK dan saya sampaikan bahwa budaya-budaya, 'we consead defeat and we offer congratulation', itu hanya ada di pilpres-pilpres di demokrasi barat ya, di Amerika terutama," kata Sandiaga saat dimintai konfirmasi di Mal Pelayanan Publik, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).


Sandiaga lalu menyinggung sikap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2004.

"Kita nggak pernah melihat itu dilakukan oleh ibu Presiden Megawati waktu 2004. Kita tidak melihat itu disampaikan oleh Bu Presiden Megawati ke Pak SBY (waktu) 2009. Di 2014 juga begitu," ujarnya.

Sandiaga lalu menyinggung soal timing pemberian ucapan selamat. Menurutnya, timing yang pas untuk memberikan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf adalah setelah penetapan presiden-wakil presiden terpilih Pilpres 2019 oleh KPU.

"Dan bagi saya ucapan selamat itu harus sesuai dengan kebudayaan kita. Kaya kemarin setelah penetapan KPU kita memberikan selamat berjuang, selamat bekerja, selamat menjalankan amanah rakyat," jelasnya.


Sandiaga juga menjelaskan alasannya tidak memberikan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2019. Sandiaga beralasan bahwa ia ingin menjaga perasaan pendukungnya.

"Tapi waktu keputusan MK itu apa yang mau diselamatin? Selamat menang MK gitu? Itu kan sangat tidak pada tempatnya dan sangat mencederai kepada para pendukung kedua belah pihak, terutama kepada pendukung Pak Prabowo dan Sandi, yang pada saat itu masih mengharapkan hasil yang positif," papar Sandiaga.

"Jadi kita tentunya selalu memberikan ucapan-ucapan yang baik dan sesuai dengan konteks. Kalau konteksnya itu kemarin pas tanggapan setelah MK kan nggak sesuai, tapi kan kalau setelah KPU kita sudah sampaikan," imbuhnya.

Sandiaga meminta Indonesia tak terlalu menjadikan Amerika sebagai kiblat demokrasi. Dia menilai pemberian ucapan selamat seusai dengan putusan MK sebagai hal yang klise.

"It's about timing dan kita nggak usahlah terlalu memodel demokrasi kita kaya demokrasi di barat sana, di Amerika sana yang di mana awal langsung bisa memberikan pernyataan-pernyataan yang klise dan ya tidak sesuai mungkin dengan apa yang menjadi hati nurani," tutur Sandiaga.


Sandiaga menyadari bahwa pendukungnya kecewa mendengar putusan MK. Karena itu, dia dan Prabowo memutuskan untuk tidak memberikan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Pada saat itu ya waktu kemarin Kamis (27/6) malam, pada saat MK mengumumkan itu pasti ada rasa kecewa. Dan itu yang kita tentunya berikan waktu untuk larut dan untuk bisa memaknai statement kita untuk menghormati MK. Dan setelah kemarin ditetapkan, kita ucapkan selamat bekerja," ucapnya.


Sandiaga Ucapkan Selamat ke Jokowi-Ma'ruf:

[Gambas:Video 20detik]


Soal 'Ucapan Selamat Budaya Barat', Sandiaga Ungkit Sikap Megawati


Simak Video "Habiburokhman: Kalau Jadi Menkum HAM, Saya Bisa Kayak Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]
(zak/imk)