Cerita Mardi dan Daryati, Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Tanah Abang

Cerita Mardi dan Daryati, Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Tanah Abang

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Minggu, 30 Jun 2019 11:42 WIB
Cerita Mardi dan Daryati, Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Tanah Abang
Foto: Sejumlah korban kebakaran di kawasan Tanah Abang, Jakpus (Zakia/detikcom)
Jakarta - Mardi (67) dan Daryati (78) kehilangan rumah mereka akibat peristiwa kebakaran di kawasan Pasar Tanah Abang, Jalan Jati Bunder Raya, Jakarta Pusat. Mereka juga tidak sempat menyelamatkan harta saat kebakaran terjadi.

Menurut penuturan Mardi, dirinya dan sang istri, kebakaran terjadi saat mereka sedang tidur. Saat terbangun, mereka langsung lari ke luar rumah karena api sudah membesar.

"Cuma ini (baju) yang dipakai. Nggak ada yang bisa diambil. Api sudah gede banget. Takut. Surat-surat KK, KTP nggak ada yang dibawa," kata Mardi saat ditemui di Kantor Kelurahan Kebon Melati, Jl Lontar Raya No. 3, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu, (30/6/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mardi mengatakan ia sudah tinggal di kawasan tersebut sekitar 40 tahun. Sehari-hari, ia membuka warung kopi kecil di depan rumahnya untuk menambah penghasilan.

Saat ini, di lokasi, Mardi tampak hanya mengenakan celana pendek tanpa memakai baju. Di tangannya, terlihat sisa-sisa abu berwarna kehitaman akibat kebakaran.
Cerita Mardi dan Daryati, Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Tanah AbangFoto: Daryati (78) korban kebakaran Tanah Abang, Jakpus (Zakia/detikcom)


Sementara itu, sang istri, Daryati, mengenakan baju tidur berupa daster dan sepotong kain. Daryati sempat bercerita soal obat-obatan di dalam rumah yang tidak berhasil diselamatkan. Padahal, kata dia, obat-obat itu harus dikonsumsi Mardi yang mengidap sakit paru-paru.

"Gejala paru-paru. Itu obat-obatan yang dari AL (RS Mintohardjo) juga nggak kebawa. Mana kan harus 6 bulan gitu (makan obatnya)," cerita Daryati.

Namun, Mardi dan Daryati tidak bisa memastikan berapa jumlah kerugian yang mereka alami. Daryati menganggap kebakaran tersebut sebagai musibah.

"Dagang kopi, minuman dingin, isi kulkas dipenuhin, ya ada musibah. Barangkali emang kena musibah. Kalo dipikiran mah, stres. Ya, biarin saja. Kita nggak punya duit. Mau dibikin, dibetulin. Pikirannya gitu doang. Namanya orang kecil," ucapnya.


Kebakaran di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, terjadi pagi tadi sekitar pukul 04.45 WIB. Api padam pukul 06.50 WIB.

Disebutkan, 66 unit bangunan, yang terdiri dari rumah dan toko hangus akibat kebakaran. Camat Tanah Abang Yasin Pasaribu menyebutkan sumber api diduga akibat korsleting listrik dari salah satu toko.

"Dimulai dari salah satu toko karena korsleting," ujar Yasin.


(tsa/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads