Kerja Sama Atasi Tumpahan Minyak, Utusan Kemenhub ke Filipina

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Sabtu, 29 Jun 2019 13:13 WIB
Foto: Ditjen perhubungan laut
Jakarta - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Apel Pelepasan Delegasi Indonesia dan kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) atau Sea and Coast Guard Indonesia di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Delegasi dan kapal KPLP dilepas untuk mengikuti kegiatan Regional Marpolex 2019 di Davao, Filipina.

Apel dipimpin oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad selaku Inspektur Upacara. Dia berpesan kepada seluruh delegasi Indonesia dan peserta Regional Marpolex 2019 agar menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan memberikan usaha yang maksimal.

"Pelaksanaan Regional Marpolex 2019 diikuti Indonesia, Filipina dan Jepang akan dimulai dari tanggal 1 hingga 5 Juli 2019 di Davao Filipina. Dari hasil evaluasi simulasi yang telah dilakukan semua unsur, saya yakin dan percaya semua telah siap mengikuti latihan bersama Filipina dan Jepang," ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/6/2019).


Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Een Nuraini Saidah, menyampaikan, ada beberapa tujuan mengikuti Regional Marpolex 2019. Salah satunya yaitu menjalin kerja sama regional di bidang penanggulangan tumpahan minyak di laut.

"Uji coba dan evaluasi prosedur serta kemampuan penanggulangan tumpahan minyak di laut akan dilakukan pada kegiatan ini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kerja sama dan kapabilitas dalam operasi pengamatan, pengamanan, pencarian, dan pertolongan," ungkapnya.

Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan pelatihan pemadaman api ketika terjadi kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak di laut, penanggulangan minyak, dan pengajuan ganti rugi pencemaran laut. Para personel juga akan dilatih dalam hal perencanaan, komando, dan pengendalian operasi penanggulangan tumpahan minyak di laut.

"Terakhir, mendorong partisipasi dan keterlibatan stakeholder dari pengusahaan migas dan perusahaan pelayaran dalam usaha bersama mengontrol dan menanggulangi tumpahan minyak di laut," pungkasnya.


Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengerahkan 3 kapal patroli Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard) Indonesia. Adapun ketiga kapal patroli itu adalah kapal KNP. SAROTAMA-P.112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban, kapal KNP. GANDIWA-P.118 dari Pangkalan PLP Kelas II Bitung dan KNP. KALAWAI-P.117 dari Pangkalan PLP Kelas II Tual.

Sebagai informasi, Regional Marpolex merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali antara Indonesia dan Filipina dengan menggandeng Jepang sebagai observer. Sedangkan pada tahun ini, pembukaan Regional Marpolex akan dilaksanakan pada 2 Juli 2019 oleh Commander Coast Guard ketiga negara, Indonesia, Filipina dan Jepang.

Een menjelaskan bahwa latihan utama tahun ini akan menguji kemampuan Filipina, Indonesia, dan Jepang dalam bekerja sama menanggulangi terjadinya musibah tumpahan minyak. Hal itu mengacu pada perjanjian bilateral antara Indonesia-Filipina yakni Sulu Sulawesi Oil Spill Response Network Plan 1981 serta ASEAN Regional Oil Spill Contingency Plan yang diadopsi pada Sidang ke-24 ASEAN TMM pada November 2018 silam.

"Konsep latihan yang akan dilaksanakan pada Regional Marpolex 2019 tidak hanya menguji coba kesiapsiagaan personil dan peralatan dalam penanggulangan tumpahan minyak, namun juga menguji coba prosedur penanggulangan tumpahan minyak dengan melibatkan bantuan negara tetangga," terangnya.

Adapun pada Regional Marpolex 2019 ini, Filipina akan mengerahkan 14 unit kapal dan 1 unit helikopter, Jepang mengerahkan 1 unit kapal dan 1 unit helikopter, sedangkan Indonesia akan menurunkan 3 unit Kapal Negara Patroli Sea and Coast Guard Indonesia.

"Kami akan menunjukkan kebolehan yang didasari oleh keterampilan dan kemampuan personel KPLP yang berintegritas tinggi sekaligus menunjukkan keberadaan Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard) Indonesia yang andal," tutup Een.



Tonton Video Kemenhub Rencana Bangun Terminal Sekelas Bandara:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Asyik! Tiket Pesawat ke Bali Hingga Labuan Bajo Diskon 50%"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)