detikNews
Jumat 28 Juni 2019, 19:59 WIB

LAPAN: Konversi Lahan Jadi Kebun Sawit-Tambang Picu Banjir Konawe Utara

Jefrie Nandy Satria - detikNews
LAPAN: Konversi Lahan Jadi Kebun Sawit-Tambang Picu Banjir Konawe Utara Peneliti Pusat Pengindraan Jauh LAPAN, Indah Prasasti (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut konversi atau alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit hingga tambang menjadi pemicu banjir di Konawe Utara. LAPAN mengatakan hal itu diketahui dari analisis dengan membandingkan perubahan tutupan lahan pada 2013 sampai 2018.

"Dari hasil pengamatan LAPAN dan analisis kami mencoba membandingkan perubahan tutupan lahan yang terjadi dari 2013 sampai 2018. Dari hasil analisis kami, telah terjadi konversi lahan. Umumnya terjadi di daerah sempadan sungai. Konversi ini umumnya digunakan untuk perkebunan sawit dan perkebunan coklat dan segala macam, juga untuk daerah tambang. Sehingga ketika terjadi perubahan lahan ini karena wilayahnya itu di sempadan sungai maka mau tidak mau kalau misalnya terjadi banjir, area terbuka, itu mudah sekali erosi," kata Peneliti Pusat Pengindraan Jauh LAPAN, Indah Prasasti, di Ruang Lobby Graha BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019).



Erosi, katanya, menimbulkan sendimen di sungai dan kemudian menyebabkan pendangkalan sehingga kapasitas sungai menurun. Akibatnya, ketika hujan deras terjadi maka air akan meluap dan menimbulkan banjir.

"Erosi itu akan menyebabkan masuk ke sungai menjadi sedimen. Ketika sedimen itu mengumpul di badan sungai maka dia akan terjadi pendangkalan. Sehingga kapasitas atau volume dari sungai akan menjadi menurun. Sehingga kalau terjadi curah hujan yang cukup tinggi maka air itu, karena dia daya tampungnya mengecil sehingga dia akan melebar," jelasnya.

Indah menyebut data yang digunakan merupakan citra satelit dari kondisi lahan hutan di sana. Citra itu, kata Indah memperlihatkan lahan hutan di Konawe Utara terus berkurang mulai 2013-2018.



"Kelihatan bahwa dari tahun 2013 ke 2018 ini terjadi perluasan wilayah daerah perkebunan maupun wilayah daerah lahan terbuka," tutur Indah sambil memperlihatkan citra yang dimaksud.

Sebelumnya, banjir sempat terjadi di Konawe Utara pada awal hingga pertengahan Juni 2019. Setidaknya, ada tujuh kecamatan di Konawe Utara yang terendam banjir dan menyebabkan 18.765 warga terdampak akibat banjir di kecamatan Andowia, Asera, Landawe, Langgikima, Oheo, Wiwirani, dan Motul. Aminuddi mengatakan banjir menyebabkan 370 unit rumah hanyut dan 1.837 unit terendam air di Konawe Utara.

Simak Video "Helikopter Bantu Evakuasi Korban Banjir Konawe Utara"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com