Kincir Ramadan 3
Tegak Puasa di PSV Eindhoven
Kamis, 13 Okt 2005 08:03 WIB
Den Haag - Siapa nyana ada puasa Ramadan di PSV Eindhoven? PSV ternyata mengoleksi 26 pemain muslim. Duel kompetisi nan berat dan puasa bisa mereka sandingkan.Di antara 26 pemain PSV yang tetap menegakkan puasa adalah striker bayangan bernomor punggung 10, Kone, yang kerap ditandemkan dengan striker pucuk alias "sang nomor 9": Vennegoor of Hesselink. Selain Kone masih ada Afellay, gelandang menyerang, yang merupakan hasil pembibitan dari kolam PSV sendiri. "Saya menunaikan puasa dengan disiplin. Betapapun beratnya, itu memberi saya perasaan prima," ujar belia kelahiran 2/4/1986, yang mengawali debut di tim utama PSV pada usia 17 tahun itu. Saking disiplinnya, Afellay saat ini bahkan telah menghitung bahwa dalam duel puncak melawan AZ Alkmaar Sabtu mendatang, dia baru bisa akan berbuka pada jam 18.45 atau 45 menit sebelum duel eredivisie (divisi utama) itu digelar. Pemain PSV lainnya yang tetap berpuasa adalah Ismail Aissati, gelandang tengah berdarah Maroko. Di bawah Hiddink, remaja kelahiran 16/8/1988, ini mengawali debutnya pada Minggu, 28/8/2005 dalam konfrontasi tandang yang meremukkan Roda JC (0-3). Rencananya Kamis hari ini (13/10/2005), manajemen PSV akan menggelar sesi khusus penerangan Ramadan dengan mengundang imam dan ahli gizi dari Universitas Utrecht (UU). Acara tersebut, sebagaimana diumumkan di situs web resmi klub milik raksasa elektronik Phiilips itu, akan dirangkai dengan diskusi dan berbuka puasa bersama.Manajemen PSV mengambil langkah ini karena ternyata bibit-bibit pemain muslim dari kelas F (usia 7 s/d 10 tahun) pun berdisiplin menunaikan puasa. Melalui imam, manajemen ingin menjelaskan bahwa jika kondisinya terlalu berat, mereka boleh berbuka dan jumlah puasa yang batal itu dapat disusulkan di lain waktu setelah Idul Fitri. Sedangkan ahli gizi dari UU menjadi narasumber mengenai gizi dan tubuh.
(es/)











































