Setop KB, Koster Tegaskan Hak Warga Bali Punya Wayan-Made-Nyoman-Ketut

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 27 Jun 2019 20:41 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: dok. Pemprov Bali)
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan kepala daerah di Bali menghentikan sosialisasi 'Keluarga Berencana (KB) dengan dua anak cukup atau dua anak lebih baik'. Koster mengizinkan keluarga Bali melahirkan lebih dari dua anak.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 1545 Tahun 2019 tentang Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali. Dalam instruksi gubernur tersebut, KB Krama Bali diarahkan untuk mengatur kelahiran, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan dengan tetap menghormati hak reproduksi sesuai kearifan lokal Bali yang bertujuan untuk mewujudkan manusia/krama Bali yang unggul dan keluarga berkualitas.

"Menimbang bahwa adanya penghormatan atas hak reproduksi, mempunyai makna krama Bali berhak untuk melahirkan anak lebih dari 2 (dua) orang, bahkan 4 (empat) orang, yang penyebutannya terdiri atas wayan, made, nyoman, dan ketut, atau sebutan lain sesuai dengan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur dan tetua krama Bali," demikian petikan Ingub seperti dikutip detikcom, Kamis (27/6/2019).


Dasar Ingub yang dibuat Koster mengacu pada UU No 52/2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga, dan UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan UU Nomor 9/2015 tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Berikut petikan instruksi Koster tersebut:

Menginstruksikan Walikota/Bupati se-Bali

Pertama: Segera menghentikan kampanye dan sosialisasi 'keluarga berencana (KB) dengan dua anak cukup atau dua anak lebih baik' kepada jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana.

Kedua: Memerintahkan seluruh jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana agar mengkampanyekan dan mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB) Krama Bali berdasarkan kearifan lokal yang diarahkan untuk mewujudkan manusia/krama Bali yang unggul dan keluarga berkualitas.

Ketiga: Instruksi ini harus dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sebagai pelaksanaan visi Pembangunan Daerah Bali 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali' melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Instruksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Denpasar, pada tanggal 14 Juni 2019.
Ditandatangani Gubernur Bali Wayan Koster

Simak Video "Lapis Dekor, Oleh-Oleh Baru Khas Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/tor)