PDIP Galang Kekuatan Tolak Koter
Kamis, 13 Okt 2005 02:41 WIB
Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) menolak keras pembentukan komando teritorial (koter). FPDIP akan melobi fraksi lain dan elemen masyarakat untuk menghimpun kekuatan menolak pembentukan koter."Dalam era demokrasi seperti ini, koter hanya akan menjadi lembaga sensor bagi perkembangan demokrasi bangsa ini," kata Sekjen PDIP Pramono Anung kepada detikcom usai acara silaturahmi alumni ITB, di Wisma Indosat, Rabu (12/10/2005).Menurut Pramono, pembentukan koter akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Selain itu, pengaktifan kembali koter hanya akan membuat masyarakat menjadi takut dalam berdemokrasi."Pembentukan koter ini merupakan pemikiran kembali ke belakang. Padahal, dalam era demokrasi sekarang ini yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga, juga membangun sistem building dan siklus demokrasi lima tahun ke depan," papar politisi yang akrab disapa Pram.Pemberantasan teroris, lanjut Pram, bukan dengan cara pendirian koter. Tetapi, memberdayakan Badan Intelijen Negara (BIN). Caranya, dengan mengefisienkan semaksimal mungkin kinerja BIN."Tentunya BIN harus di-support masyarakat dengan memberikan informasi terkait terorisme. Sehingga datanya akan akurat, karena selama ini kita lihat datanya belum akurat," urai Pram.Pram merasa heran, kenapa Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto tiba-tiba mendapatkan pikiran untuk menghidupkan kembali koter. "Padahal dalam Undang Undang TNI, koter harus dikubur dalam-dalam," jelas Pram.
(ism/)











































