MMI Tantang PM Australia
Kamis, 13 Okt 2005 01:51 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menantang Perdana Menteri Australia John Howard. Tantangan ini untuk aksi debat publik tentang tuduhan keterlibatan Abu Bakar Ba'asyir sebagai teroris."Debat ini disebabkan adanya pernyataan Howard yang menyatakan keberatan dan memprotes keras pemerintah Indonesia atas pemberian remisi pada Ustadz Abu," kata Dewan Eksekutif MMI Irfan S Awwas.Tantangan itu dikatakan Irfan di kantor Lajanah Perwakilan Wilayah MMI, Komplek Pertambangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (12/10/2005). "Ini merupakan provokasi politik, sekaligus intervensi premanisme pemerintah Australia terhadap kedaulatan hukum serta kewibawaan peradilan di Indonesia," tegas Irfan tampak bersemangat.Tidak hanya tantangan yang dilontarkan Irfan. Bila tidak dapat menyodorkan bukti nyata keterlibatan Ba'asyir, dalam sejumlah kasus bom dan teroris di Indonesia, maka dengan lapang dada, pemimpin Negeri Kanguru itu harus minta maaf. "Apabila pihak Australia tidak dapat membuktikan kebenaran mengenai keterlibatan Ustadz Abu dalam terorisme, maka Australia harus minta maaf pada umat Islam Indonesia," tegas Irfan.
(ism/)











































