Pembenahan Intelijen Indonesia Butuh Waktu 3 Bulan
Rabu, 12 Okt 2005 22:03 WIB
Jakarta - Pembenahan koordinasi dalam intelijen di Indonesia membutuhkan waktu tiga bulan. Sebab, setiap lembaga intelijen memiliki karakter yang berbeda-beda.Hal itu dikatakan Menhan Juwono Sudarsono usai menjadi pembicara dalam lokakarya mengenai intelijen di Hotel Santika, Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, Rabu (12/10/2005)."Saya belum tahu rumusan Pak Syamsir (Kepala Badan Intelijen Negara). Tapi memang saat ini lagi ditata kembali intelijen militer dan sipil, " ujar Juwono.Ia menjelaskan, waktu tiga bulan tersebut diperlukan karena setiasp intelijen memiliki karakter yang berbeda. "Masing-masing intelijen mempunyai lahan dan selera sendiri-sendiri," tambah Juwono. Ini artinya, lanjut Juwono, semua hal tersebut harus di koordinasikan kepala BIN. Sehingga, data yang dikumpulkan menjadi informasi terpadu yang kemudian diserahkan kepada Presiden.Apakah ada faktor lain yang menyebabkan penataan koordinasi membutuhkan waktu tiga bulan? Sayangnya, Juwono enggan merinci pernyataannya. "Tanya saja ke Pak Syamsir," jawabnya singkat.
(ism/)











































