Bupati Karanganyar Larang Pencairan Ribuan KKB Bermasalah
Rabu, 12 Okt 2005 17:46 WIB
Solo -
Ribuan kartu kompensasi BBM (KKB) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, disinyalir bermasalah. Bupati Karanganyar meminta pihak Kantor Pos dan Pemerintah Desa menerima pencarian dana atas nama kartu tersebut hingga ada pendataan ulang karena dicurigai tidak tepat sasaran karena diterima warga yang dinilai mampu."Dari sidak ke kantor pos dan banyak tempat, saya ketahui di tiap desa atau kalurahan disinyalir 10 hingga 20 KKB salah sasaran. Di Karanganyar ada 117 desa/kalurahan maka angka kasar salah sasaran minimal 1.770 kartu,'' ungkap Bupati Karanganyar, Rina Iriani, kepada wartawan saat melihat dari dekat pencairan KKB oleh warga di Kantor Pos Karanganyar, Rabu (12/10/2005).Dia lalu memaparkan bahwa di setiap desa atau kelurahan yang dikunjunginya rata-rata ada KKB yang diterima oleh keluarga mampu. Bahkan di Desa Bejen Kecamatan Kebakkramat, kata Rina, ada enam PNS yang menerima KKB. Keenam orang itu ada yang beritikad untuk mengembalikan namun ada pula yang telah mencairkannya.Temuan lain, lanjut dia, banyak penerima KKB yang setelah didatangi ternyata cukup berada. Dia memiliki rumah bagus, sedangkan tetangganya yang lebih membutuhkan uang kompensasi itu justru tidak memperolehnya.Selain itu tidak sedikit pula warga yang mencairkan KKB di kantor pos dengan menggunakan sepeda motor keluaran terbaru. Ada juga pensiunan yang cukup secara ekonomi memperoleh KKB. "Saya sudah perintahkan agar kartu-kartu salah sasaran itu di-pending dulu sampai ada pendataan ulang yang akan segera dilakukan,'' kata Rina."Saya kecewa dengan hasil pendataan yang kurang valid itu. Kamis besok saya akan memimpin sendiri evaluasi bersama instansi terkait terutama dengan BPS selaku pendata di lapangan. Seluruh kepala desa dan lurah di Karanganyar diwajibkan hadir dalam evaluasi tersebut," lanjutnya.
(nrl/)










































