Di Bulan Puasa, Dua Anggota DPRD Riau Berkelahi

Di Bulan Puasa, Dua Anggota DPRD Riau Berkelahi

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 17:28 WIB
Pekanbaru - Dua anggota DPRD Riau dalam rapat komisi saling lempar papan nama. Wakil rakyat yang berasal dari partai berbasis Islam itu tak sadar kalau saat ini kedunya tengah menjalankan ibadah puasa. Badan Kehormatan DPRD Riau pun tergelitik memberikan sanksi.Kejadian saling lempar papan nama terjadi wakil rakyat ini dalam menggelar rapat Komisi B pada Selasa (11/10/2005) kemarin. Mereka adalah, Suhardiman Amby dan Azwir Alimudin. Namun Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau baru mengetahuinya hari ini, Rabu (12/10/2005). Karena itu BK pun menyelidiki kasus memilukan ini."Saya baru mengetahui ada bentrok fisik saling lempar papan nama ya baru hari ini. Prilaku kedua nggota dewan itu melanggar etika DPRD Riau sebagai wakil rakyat yang beradab. Kita akan segara memanggil kedua belah pihak untuk diklarifikasi sebelum sanksi dijatuhkan," kata Ketua BK DPRD Riau Badrun A Saleh, kepada wartawandi Gedung DPRD Riau , Jl Sudirman, Pekanbaru.Badrun menjelaskan, pemeriksaan itu baru akan dilakukan esok hari dengan memanggil Ketua Komsisi B DPRD Riau, Yolius, dan jajaran komisi lainnya. Mereka akan dimintai keterangan seputar terjadinya saling lempar papan nama saat sidang komisi berlangsung. "Besok kita baru mulai meminta klarafikasi Ketua Komisi B serta anggotanya. Ini guna menguak latar belakang terjadinya saling lempar melempar itu," kata Badrun.Informasi yang dihimpun, dua anggota yang berseteru itu, Suhardiman Ambi dan Azwir Alimudin, sama-sama terpancing emosinya pada saat rapat internal Komisi B setelah rapat dengar pendapat dengan Kepala Dinas Pertanian Riau Fauzi Saleh membahas proyek Rice Processing Complex (RPC).Suasana rapat Komisi B waktu itu memang terasa tegang sejak awal. Fauzi Saleh menilai Komisi B terlalu mengurusi masalah internal dalam pelaksanaan teknis proyek RPC. Tanpa ada keputusan tentang RPC, dengar pendapat dibubarkan dengan alasan Komisi B akan bertukar pikiran dulu sebelum memutuskan sikap komisi. Selama masa jeda menunggu beberapa anggota Komisi B keluar ruangan untuk memberi keterangan pada para wartawan. Tak lama kemudian Ketua Komisi B, Yulios, memutuskan untuk segara rapat dilanjutkan sambil menunggu anggotanya.Rupanya, Suhardiman Ambi berkeras agar rapat terus dilanjutkan walau tanpa kehadiran sekretaris dan anggota lainnya di ruang itu. Tapi Azwir Alimudin dari Fraksi PPP ini justru menyarankan bersabar menunggu rekan-rekan mereka lainnya. Sanggahan Azwir pun membuat Suhardiman naik pitam. Tiba-tiba Suhardiman dari Fraksi PBR Plus ini angkat bicara dengan nada tinggi. "Komisi B ini bukan milik PPP," teriak Suhardiman. Mendengar ejekan itu, Azwir pun malah menimpali. " Komisi B juga bukan milik pribadi," kata Azwir dengan nada datar.Kontan Suhardiman tambah menjadi-jadi. Dia tak sadar kalau sedang berpuasa. Papan nama yang terbuat dari logam perunggu di depan mejanya melayang ke arah badan Azwir. Secara reflek, Azwir langsung membalas. Tapi, Azwir sempat ditahan Mukti Sunjaya, Sekretaris Komisi B dari Fraksi PKS. Kedua anggota dewan itu pun lepas kontrol di bulan puasa. Semakin dilerai teman-temanya, keduanya semakin mengganas untuk saling adu jotos. Akhirnya, kasus saling melempar ini mereda setelah anggota dewan lainnya ikut menyelesaikan. Namun BK tetap akan memberikan sanksi karena telah mencoreng wajah sendiri. (nrl/)


Berita Terkait