"Sebagaimana kita alami bersama, perjalanan Pemilu 2019 sangat melelahkan dan menjadi ujian besar bagi bangsa Indonesia. Sudah cukup kita ribut-ribut hanya akibat Pemilu. Jangan sampai hal ini terulang kembali di pemilu selanjutnya. Sangat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Karena Indonesia dibangun oleh berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Indonesia adalah rumah besar kita semua," kata Bamsoet, Rabu (26/6/2019).
Pernyataan itu disampaikan Bamsoet setelah bertemu dengan pengurus Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (Inti) di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum Tedy Sugianto, Wakil Ketua Umum Haris Chandra, Wakil Ketua Umum Edi Yansah, Wakil Ketua Umum Budi S Tarawibowo, Sekretaris Jenderal Ulung Rusman, Ketua Program Beasiswa Pelangi Lim Ko Phing, Ketua Bidang UKM dan Koperasi Hardy, dan juru bicara Lexyndo Hakim serta Pujianti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapan tersebut bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan menjadi tugas kita bersama sebagai bangsa Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2045, penduduk dunia akan mencapai 9,45 miliar di mana 55 persennya berada di Asia. Besarnya jumlah penduduk tentu akan meningkatkan urbanisasi, migrasi, maupun persaingan dan kompetisi. Bukan hanya antara negara, melainkan antarpenduduk di masing-masing negara yang bersangkutan," ujar Bamsoet.
Bamsoet kemudian menjelaskan geopolitik yang akan berubah pada 2045, di mana peran China dan Asia Timur semakin kuat. Karena itu, Bamsoet mengapresiasi keberadaan Inti melalui program Beasiswa Pelangi yang memberikan bantuan kepada anak-anak Indonesia untuk menempuh pendidikan di China maupun negara-negara Asia Timur lainnya.
"Pendidikan adalah investasi yang sangat penting dalam mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi berbagai tantangan dunia yang semakin kompleks. Program Beasiswa Pelangi yang dilakukan Inti patut dicontoh oleh organisasi kemasyarakatan lainnya," ujar Bamsoet.
Selain sektor pendidikan, Bamsoet menyebut ada tiga hal lain yang harus dipersiapkan Indonesia dalam menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045. Tiga hal itu meliputi pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan dan pemantapan dan ketahanan nasional serta tata kelola pemerintahan.
"Berbagai sektor tersebut sedang dan akan terus ditingkatkan oleh pemerintah bersama DPR RI. Hal ini bisa dilihat dari politik anggaran yang sudah dijalankan pemerintah dan DPR RI pada APBN 2019. Anggaran pendidikan dialokasikan mencapai Rp 492,5 triliun (20 persen dari belanja APBN 2019). Anggaran kesehatan mencapai Rp 123,1 triliun (5 persen dari belanja APBN), dan infrastruktur Rp 415 triliun," papar Bamsoet.
(knv/fjp)











































