Sidang Eks Pengurus APHI Ricuh, Wartawan Sempat Kena Bogem

Sidang Eks Pengurus APHI Ricuh, Wartawan Sempat Kena Bogem

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 16:33 WIB
Jakarta - Pembacaan vonis empat mantan pengurus Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) diwarnai kericuhan. Anggota keluarga tervonis yang tidak terima dengan keputusan hakim menumpahkan kekesalannya kepada wartawan dengan bogem mentah.Kericuhan terjadi sesaat setelah majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap mantan Wakil Ketua APHI Abdul Fatah BS dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (12/10/2005).Saat itu tervonis Zain Mansyur, mantan wakil bendahara APHI, yang lebih dahulu dijatuhi vonis, berjalan gontai ke luar ruang sidang. Saat itu dengan nada kesal, ia berteriak ke arah belasan wartawan yang tengah meliput sidang tersebut. "Meliput yang benar, lihat fakta-fakta yang ada di persidangan," teriak Zain.Teriakan Zain dibalas salah satu wartawan media cetak yang tidak terima diperlakukan seperti itu. Kepada Zain, wartawan tersebut mengatakan bahwa wartawan yang ada di ruang sidang itu memang benar-benar meliput putusan hukuman (vonis) yang dijatuhkan majelis hakim terhadap empat terdakwa.Selain Zain dan Abdul Fatah, pembacaan vonis hukuman juga dilakukan untuk mantan Ketua APHI Adiwarsita Adinegoro dan mantan bendahara APHI Yusran Syarif.Mendengar balasan dari wartawan, salah seorang wanita yang merupakan anggota keluarga salah satu tervonis tampak kesal dan marah. Ia langsung berdiri dari kursinya dan menuding salah satu wartawan radio sebagai koordinator wartawan. "Dapat bayaran berapa loe dari sidang ini," tudingnya ketus. Adu mulut antara wartawan dengan wanita tersebut sempat diliput salah seorang kamerawan sebuah televisi swasta. Tindakan kamerawan tersebut ternyata tidak berkenan di hati seorang laki-laki setengah baya yang merupakan kerabat wanita tersebut. Laki-laki itu langsung meminta kamerawan menghentikan rekaman dan mengeluarkan kaset rekaman peristiwa tersebut. Ia sempat menarik baju kamerawan sampai sobek. Tidak terima kawannya diperlakukan seperti itu, empat wartawan mencoba melerai pertikaian. Namun upaya itu malah membuat laki-laki tersebut semakin kalap. Saat dipisahkan, laki-laki bersangkutan merasa lehernya tercekik. Ia pun tidak terima. Ia lalu mengejar wartawan yang diminta jaksa menyingkir dari lantai tiga. Tiba-tiba dari belakang ia memukul seorang wartawan Radio 68H yang sempat melerainya. Aksi pukul tersebut mengagetkan wartawan. Namun sebelum laki-laki tersebut kembali menyarangkan bogemnya, wartawan langsung turun ke lantai dasar gedung tersebut.Kericuhan sempat berhenti selama 15 menit. Namun saat anggota keluarga tervonis turun ke lantai dasar dan berpapasan dengan wartawan, sempat terjadi perang mulut lagi. Namun cekcok tersebut tidak berlangsung lama. Sejumlah jaksa berusaha memisahkan dan meminta keluarga tervonis segera meninggalkan gedung PN Jakpus. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads