Polda Baru Ungkap 5 dari 19 Kasus Perampokan Penumpang Taksi

Polda Baru Ungkap 5 dari 19 Kasus Perampokan Penumpang Taksi

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 14:29 WIB
Jakarta - Kasus pengungkapan perampokan terhadap penumpang taksi berjalan lambat. Dari 19 kasus perampokan terhadap penumpang taksi baru lima kasus yang terungkap. Sementara dari enam kasus perampokan terhadap sopir taksi, separuhnya terungkap.Demikianlah bila merujuk data di Humas Polda Metro Jaya. Menurut data tersebut, selama tahun 2005 terjadi 25 kasus perampokan di dalam taksi. Dari 25 kasus yang ditangani tersebut, Polda Metro Jaya baru berhasil mengungkap delapan kasus.Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana, pengungkapan perampokan terhadap penumpang taksi lebih sulit karena minimnya data yang dimiliki polisi. "Taksi yang digunakan pun bukan taksi yang sesungguhnya, demikian juga sopirnya. Hal-hal seperti inilah yang membuat kasus pengungkapan perampokan terhadap penumpang taksi berjalan lambat," kata Untung di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (12/10/2005). Sayangnya, Untung tidak merinci kasus kriminal mana saja yang berhasil diungkapnya.Korban Umumnya WanitaSejumlah kasus perampokan taksi yang terjadi di Jakarta di antaranya di Jl Letjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur pada 2 Maret 2005 dengan korban Kamilia (21), warga Kampung Kramat, Cililitan. Korban dipukul perampok di dalam taksi sebelum dirampas telepon selulernya.Melyiya (15) dan Stefany (15) menjadi korban perampokan saat naik taksi di Lokasari, Jakarta Barat, 4 April 2005. Kedua tas korban dirampas dan keduanya diturunkan di Pondok Gede, Kota Bekasi.Uryani (27), warga Jl Sawo No 68 Cipete, Jakarta Selatan, dirampok di dalam taksi saat naik di Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, 14 April 2005. Korban sempat dibekap mulutnya sebelum diturunkan di Rawamangun, Jakarta Timur.Asyas Tasya Mustika (28), warga Jl Tanjung 18 Jagakarsa, Jakarta Selatan, juga menjadi korban perampokan saat naik taksi di Jl Melawai Raya, Jakarta Selatan, 15 April 2005. Korban ditodong tiga pelaku sebelum merampas barang-barang berharga milik korban.Sedangkan Elisa (26) dan Indah (24), warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dibuang kawanan perampok di Cileungsi, Bogor, setelah taksi yang dinaiki dirampok di Jl Jenderal Sudirman, 12 Mei 2005Ellaide Rumiaty Tampubolon (37), warga Jl Bangka, Jakarta Selatan, juga dirampok saat naik taksi di Jl Jenderal Sudirman dan diturunkan di Cempaka Putih, pada 4 Juli 2005.Kasus terakhir terjadi, 1 Oktober 2005 lalu di mana Nam Ho In, 50, (WN Korea Selatan) yang menjadi korban perampokan dan penganiayaan sehingga menyebabkan uang tunai Rp 9 juta hilang dan menderita patah tangan karena pukulan kunci roda mobil.Korban ditemukan warga tergeletak di kebun pisang, Kampung Curug, Sawangan Depok, 1 Oktober 2005 pukul 01.00 WIB. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini