Di Jateng, Banyumas Paling Terpukul Terhadap Kenaikan BBM
Rabu, 12 Okt 2005 14:22 WIB
Semarang - Dari laporan sejumlah daerah ke Posko BBM Jateng, Banyumas tercatat paling terpukul terhadap kenaikan BBM awal Oktober lalu. Pasalnya, daerah tersebut dikenal sebagai sentra UKM berbahan bakar minyak tanah.Kasubag Pertambangan dan Energi Pemprov Jateng Sri Purwati Asriningsih menyatakan, UKM yang berbahan bakar minyak tanah sempat kalang kabut pada awal-awal kenaikan BBM. "Kenaikan harga minyak tanah itu sangat berpengaruh pada produksi mereka," tuturnya ketika ditemui di kantornya, Jl Pahlawan Semarang, Rabu (12/10/2005).Perempuan yang juga terlibat dalam Posko BBM Jateng menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, di daerah tersebut juga banyak terjadi demonstrasi penolakan harga BBM. Hampir setiap hari, mahasiswa dan LSM sangat aktif melakukan demonstrasi."Di sana (Banyumas) kan banyak kampus. Mahasiswanya juga aktif. Hal itu ditambah adanya keaktifan LSM setempat," kata ketika ditanya soal latar belakang maraknya demonstrasi di daerah terserbut.Mengenai eksistensi Posko BBM Jateng, Asriningsih menyatakan, setiap hari pihaknya menerima laporan dari 35 daerah di Jateng. Laporan itu terkait dampak kenaikan BBM. Soal kenaikan harga, misalnya.Asriningsih menambahkan, selama ini laporan dari daerah tergolong dalam skala wajar. "Belum ada harga bahan pokok yang naik drastis. Masih wajar kok," ungkapnya.Dalam waktu dekat, lanjutnya, laporan dari 35 daerah akan dikumpulkan untuk secepatnya dikirim ke Mendagri. "Dua hari lalu, Senin (10/11) kemarin, semuanya sudah masuk. Kita akan kirim setelah laporan itu selesai dievaluasi," imbuhnya.Posko BBM Jateng difungsikan sebagai tempat masuk keluarnya laporan soal dampak kenaikan BBM. Lembaga itu didirikan 1 Okotober lalu dan tempatkan di Lantai 7 Kantor Gubernur Jateng. Kantor tersebut minim aktivitas setiap harinya.
(nrl/)











































