detikNews
Senin 24 Juni 2019, 22:58 WIB

Pemerintah Tak Batasi Medsos Jelang Putusan MK, Namun Tetap Antisipasi

Ray Jordan - detikNews
Pemerintah Tak Batasi Medsos Jelang Putusan MK, Namun Tetap Antisipasi Rudiantara (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Pemerintah memantau peredaran informasi di media sosial menjelang keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019. Meski demikian, pemerintah menegaskan tak akan membatasi media sosial, baik menjelang maupun saat putusan MK pada 27 Juni nanti.

"Nah ini stabil saja tuh. Kalau ini begini apa yang dibatasi? Nggak usahlah," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6/2019).




Rudiantara kemudian menunjukkan data penyebaran hoaks di sejumlah media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Dia menilai belakangan ini penyebaran hoaks sudah tak tinggi seperti saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

"Kami monitor dari waktu ke waktu. Ini kejadian tanggal 21, 22, 23, 24 di sini kan. Apa mau dibatasi? Orang ini URL, kanal yang dipakai untuk penyebaran konten hoaks, hoaksnya itu juga yang bersifat provokasi, menghasut, namimah, yang itu. Kalau hoaks yang lain tiap hari juga ada, hoaks mengenai kesehatan," katanya.

Dari data yang ditunjukkan, terlihat sebaran hoaks pada 20 Mei sampai 23 Juni di keempat platform medsos itu sebanyak 5.606 konten. Rincian sebarannya melalui Facebook 2.057 konten, Instagram 1.643 konten, Twitter 1.397 konten, dan YouTube 509 konten.




Sebaran hoaks belakangan ini disebutnya sudah menurun dibandingkan pada 21-22 Mei. Meski demikian, Rudiantara mengajak semua pihak tidak lagi menyebarkan berita bohong saat pembacaan putusan MK pada 27 Juni nanti.

"Kita sama-sama, hari ini, besok, sampaikan ke publik bahwa ayo kita jaga dunia maya, jangan memantik hoaks yang berkaitan dengan hasil pemilu, dan juga jangan mengedarkan hoaks," ujarnya.

Meski demikian, Rudiantara mengatakan pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika ternyata sebaran hoaks meningkat saat pembacaan putusan MK nanti.

"Ya kalau antisipasi nggak saya umumkan," tuturnya.
(rjo/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed