Hasan Mengaku Tidak Kenal Pelaku Bom Bunuh Diri di Bali

Hasan Mengaku Tidak Kenal Pelaku Bom Bunuh Diri di Bali

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 12:32 WIB
Denpasar - Penangkapan Hasan, seorang kuli bangunan, di rumahnya Dusun Gayam, Kaliwining, Ranbipuji, Jember, Minggu malam (9/10/2005) belum banyak membantu mengidentifikasi 3 orang pelaku bom Bali II. Kepada polisi , Hasan mengaku tidak kenal tiga orang pelaku bom bunuh diri termasuk Yanto yang disebut-sebut tinggal satu kos dengannya."Pada saat diperiksa, dia (Hasan) mengaku tidak kenal tiga orang pelaku bom bunuh diri termasuk Yanto. Sehingga sampai hari ini belum ada pihak yang menyatakan mengenal atau mengetahui identitas pelaku," kata Kapolda Bali Irjen Pol I Made Mangku Pastika kepada wartawan di sela-sela peringatan Bom Bali I di Jalan Legian, Kuta, Rabu (12/10/2005).Perkembangan dari penyelidikan polisi, lanjut Pastika, hanya ada info yang menyatakan bahwa ada orang yang pernah melihat orang yang mirip pelaku di Raja's Bar & Restaurant. Informasi yang berkembang menyebutkan nama pelaku yang berhasil diidentifikasi adalah Yanto. Namun, Pastika belum bisa memastikan apakah Yanto benar-benar sebagai pelakunya. "Orang yang bernama Yanto itu mungkin mukanya memang itu. Mungkin namanya Yanto. Mungkin HS kenal Yanto. Kita akan terus lakukan cross ceck. Sumber kita tidak hanya dia (Hasan), tetapi ada sumber-sumber lain," tandas Pastika.Yanto diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Ia dikenali sebagai salah seorang penghuni kos di Jalan Nangka Selatan Gang Nuri 3, Denpasar. Di tempat tersebut tinggal 4 orang, yang tiba-tiba seluruh penghuninya menghilang begitu peristiwa bom 1 Oktober 2005 lalu meledak.Dari hasil penyelidikan, penghuni lain rumah kos tersebut adalah Hasan, seorang kuli bangunan. Namun Hasan pulang ke kampung halamannya di Dusun Gayam, Kaliwining, Rambipuji, Jember, 3 hari sebelum peristiwa ledakan terjadi. Diduga Hasan mengenal salah satu pelaku peledakan bom itulah pada Minggu lalu ia dicokok polisi. Sampai saat ini masih dalam pemeriksaan tim penyelidikan bom Bali II yang menewaskan sedikitnya 23 orang ini. "Status Hasan masih sebagai saksi," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko. (jon/)


Berita Terkait