detikNews
Senin 24 Juni 2019, 13:06 WIB

Pertemuan Kementerian Pemuda Dunia Hasilkan Deklarasi Lisboa +21

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Pertemuan Kementerian Pemuda Dunia Hasilkan Deklarasi Lisboa +21 Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Pertemuan Menteri Pemuda sedunia yang dilaksanakan di Lisbon Portugal, 21-23 Juni 2019 secara resmi ditutup. Acara bertajuk World Conference of Ministers Responsible for Youth dan Youth Forum 2019 ini menghasilkan kesepakatan yang terbuang dalam Deklarasi Lisboa +21.

Dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (24/6/2019), Deklarasi Lisboa +21 memuat 19 butir pernyataan. Deklarasi yang dibacakan Duta Sekjen PBB untuk Urusan Kepemudaan Jayathma Wicramanayake itu di antaranya memuat tentang komitmen pemenuhan hak dan kebebasan asasi dalam mendorong partisipasi kaum muda, penyusunan kebijakan pengembangan kepemudaan dengan pendekatan partisipatif dan mendukung pencapaian SDGs dan pengembangan program dan kebijakan pencegahan kekerasan dan diskriminasi di kalangan kaum muda.

Selain itu, deklarasi turut memuat poin-poin seperti program lingkungan untuk partisipasi mencegah dampak buruk akibat perubahan iklim, isu-isu terkait hak kesehatan, pendidikan dan partisipasi kaum muda dalam pembangunan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang menutup acara ini kemudian menyampaikan soal tantangan pengangguran global akibat teknologi.

"Banyak lapangan pekerjaan berkurang digantikan teknologi. Ini ancaman bagi generasi muda," ujar Antonio Guterres.


Terkait dengan perubahan iklim, Guterres menyebut generasi seusianya telah gagal menanggapi tantangan darurat iklim secara memadai. Kini, dia berharap kaum muda dapat dan harus memimpin perjuangan tersebut.

Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh yang menjadi ketua delegasi dalam forum tersebut menyatakan Indonesia terus berupaya keras menjadi negara maritim yang memapankan nilai-nilai kemanusiaan universal, toleransi dan kebhinnekaan.

"Juga senantiasa mempromosikan demokrasi, penghargaan terhadap hak asasi dan meneguhkan diri sebagai negara yang mengharmonikan nilai Islam dan demokrasi dapat berjalan secara harmoni," ujar Ni'am.

Dengan nilai-nilai tersebut, Ni'am berharap pemuda Indonesia dapat memainkan peran sangat signifikan sebagai agen peradaban bagi masa depan bangsa dan memberikan sumbangsih besar bagi perdamaian dunia. "Kita punya tanggung jawab untuk menyediakan ruang partisipasi kaum muda sebagai bagian dari masyarakat global agar berkontribusi positif dalam membangun peradaban. Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia harus menjadi spirit mewujudkan masyarakat beradab, toleran, terbuka, dan demokratis," ujar dia.
(gbr/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed