Pedagang Parsel Menjerit, Keuntungan Merosot 75%

Pedagang Parsel Menjerit, Keuntungan Merosot 75%

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 10:45 WIB
Jakarta - Sejumlah pedagang gigit jari menyusul kebijakan pelarangan pejabat menerima parsel. Order yang mereka terima sepi. Omzet pun turun hingga 75 persen.Keluhan ini dilontarkan pedagang parsel di kawasan Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu (12/10/2005)."Keuntungan saya menurun 75 persen dari dua tahun lalu. Pada 2003 paling tidak saya bisa mendapat Rp 10 juta. Tahun 2004 dapat Rp 5 juta. Kalau tahun ini paling banter Rp 2 juta. Soalnya pejabat tidak lagi mengirim parsel," kata Eva Manaf, pemilik Toko Rizki Parsel dan Keranjang kepada detikcom.Biasanya, menurut Eva, dirinya menerima pesanan parsel dari para pejabat 2-3 bulan menjelang Lebaran."Saya juga sengaja menstok sebanyak 20 ribu parsel dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 1,5 juta. Tahun ini saya tidak stok barang. SBY tidak mengerti rakyat, janjinya bohong semua. Dia tahu nggak sih kalau sedang membunuh rakyat pelan-pelan soalnya hari ini yang pesen parsel sedikit banget," ujar Eva dengan nada tinggi.Keluhan serupa juga disampaikan Lili, pemilik Toko Parsel Ny Gemuk. "Gara-gara pelarangan parsel tahun lalu, banyak kue isi parsel yang akhirnya kami makan sendiri. Makanya kami belum beli apa-apa untuk isi parsel," kata Lili. Meski demikian, Lili mengaku menerima pemesanan dari supermarket langganan. "Sekarang semua mahal, parsel malah dilarang lalu kami mau makan apa. Padahal usaha parsel bisa mempekerjakan banyak orang seperti tukang keranjang, tukang hias, dan tukang angkut. Kalau dilarang banyak yang jadi pengangguran. Saya yakin kejahatan tambah banyak," urai Lili. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads