"Setelah gempa kuat M 6,2 dengan kedalaman dangkal mengguncang Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, pada Kamis 20 Juni 2019 lalu dan menimbulkan kerusakan sekitar 50 bangunan rumah dan 3 gedung sekolah di Distrik Ismari dan Sarmi Selatan, hari ini Senin, 24 Juni 2019, pukul 08.05.26 WIB, giliran wilayah Kabupaten Memberamo Raya diguncang gempa tektonik M 6,1," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Senin (24/6/2019).
Daryono mengatakan episenter gempa pagi tadi terletak pada koordinat 2,67 LS dan 138,76 BT, tepatnya di darat pada jarak 85 km arah tenggara Kota Burmeso, Kabupaten Memberamo Raya, Propinsi Papua pada kedalaman 10 km. BMKG lantas menganalisis penyebab gempa tersebut dengan berdasarkan pada lokasi episenter, kedalaman dan mekanisme sumber gempa yang berupa kombinasi sesar dengan pergerakan naik dan mendatar (oblique thrust).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampak gempa ini menimbulkan guncangan cukup kuat. Peta shakemap BMKG menunjukkan di zona pusat gempa dan sekitarnya diestimasi mengalami guncangan dalam skala intensitas hingga mencapai skala V-VI MMI. Gempa dengan intensitas sebesar ini sudah berpotensi merusak," imbuh dia.
Baca juga: Gempa M 4,8 Guncang Jayapura |
Daryono menyebut laporan sementara yang sudah masuk ke BMKG menunjukkan gempa dirasakan di Sarmi dalam skala intensitas III-IV MMI, Jayapura II-III MMI di Jayapura, dan Wamena II MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Sampai dengan pukul 09.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan data telah terjadi 9 kali gempa susulan di Mamberamo dengan kekuatan yang fluktuatif, yaitu M 4,7, M 5,1, M 4,4, M 3,7, M 3,5, M 4,6, M 3,8, M 4,4, dan M 4.5.
"BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan dampaknya, untuk segera diinformasikan kepada masyarakat," sebut dia.
Simak Juga "Langkah-langkah Jika Terjadi Gempa Bumi":
(gbr/fjp)











































