detikNews
Minggu 23 Juni 2019, 15:52 WIB

Laporan Dari Bangkok

KTT Ke-13 BIMP-EAGA, Jokowi Ingatkan Peningkatan Keamanan Kawasan Maritim

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
KTT Ke-13 BIMP-EAGA, Jokowi Ingatkan Peningkatan Keamanan Kawasan Maritim Foto: Noval/detikcom
Bangkok - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa pandangan pada pertemuan ke-13 kerja sama Sub-Regional Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Jokowi mengingatkan pentingnya keamanan di kawasan maritim.

Jokowi menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap masalah keamanan di sub-kawasan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Ada berbagai ancaman keamanan, seperti penculikan di laut, mengganggu kegiatan ekonomi, khususnya potensi ekonomi maritim.

"Untuk itu efektifitas kerja sama keamanan perlu terus ditingkatkan," kata Jokowi di pertemuan ke-13 Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di lokasi KTT ASEAN di The Athenee Hotel, Luxury Collection, Bangkok, Minggu (23/6/2019).


Jokowi memandang kerjasama sub-regional seperti BIMP-EAGA merupakan forum yang tepat untuk majukan kerja sama konkrit antara wilayah negara di kawasan tersebut sehingga pembangunan ekonomi dan kemakmuran dapat dirasakan bersama.

Jokowi mengatakan dia adalah orang yang sangat percaya manfaat kerja sama. Oleh karena itu, Jokowi sangat menyambut baik kerja sama yang konkret antara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Selain mengingatkan pentingnya peningkatan keamanan di kawasan, ada 3 hal penting yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan ini. Pertama, kerja sama konektivitas harus terus dorong, bukan hanya infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur teknologi.


"Kita harus terus tingkatkan ketersediaan infrastruktur ICT guna mendukung pertumbuhan ekonomi baru ekonomi digital," kata Jokowi.

Selain itu, juga berpesan perlunya memaksimalkan pemanfaatan jalur-jalur konektivitas yang sudah ada. Contohnya pelayaran Bitung-Davao ataupun penerbangan Manado-Davao.

"Isu terkait ketersediaan komoditas, nilai jasa angkutan, serta relaksasi regulasi perlu kita percepat. Monitoring dan evaluasi harus dilakukan guna mencapai visi BIMP EAGA 2025," tuturnya.


Kedua, Jokowi mengingatkan agar potensi maritim perlu terus ditingkatkan sehingga program pemberdayaan ekonomi berbasis kelautan yang inklusif terus didukung.

Jokowi lalu mencontohkan Indonesia yang memiliki Aruna start up perdagangan perikanan yang berhasil meningkatkan pendapatan nelayan hingga 20 persen. Karena itu, langkah inovatif seperti ini harus menjadi salah satu fokus ke depan.

"Sektor pariwisata bahari dengan melibatkan masyarakat luas perlu terus dikembangkan, seperti konsep eco-wisata berbasis masyarakat dan wisata cruise dan yacht," ucapnya.

Ketiga, Jokowi meminta agar jejaring kerja di antara kalangan swasta, terutama melalui BIMP-EAGA Business Council, perlu diperkuat.

Di penghujung sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia melihat adanya urgensi untuk membentuk Sekretariat Bersama BIMP-EAGA guna mendukung implementasi berbagai program dalam visi BIM-EAGA 2025.



Tonton video Pertemuan Jokowi dan Aung San Suu Kyi di KTT Ke-34 ASEAN:

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed