detikNews
Minggu 23 Juni 2019, 07:01 WIB

Round-Up

Amuk Penyerang Kantor Polisi Usai Ketua PPP Tewas Duel dengan Pencuri

Tim detikcom - detikNews
Amuk Penyerang Kantor Polisi Usai Ketua PPP Tewas Duel dengan Pencuri Polsek Batin di Prov Jambi Diserang Massa (Foto: Istimewa)
Jambi - Warga Batin XXIV, Batanghari, Jambi mengamuk. Mereka menyerang kantor polisi gara-gara tak terima Ketua DPC PPP Batanghari Gun Harahap tewas usai berduel dengan pencuri.

Insiden penyerangan itu terjadi pada Sabtu (22/6/2019) pukul 10.00 WIB. Penyerangan itu mengakibatkan kaca kantor dan dua kendaraan dinas rusak.

"Ya kalau perusakan dari kejadian itu hanya beberapa kaca dari kantor itu saja, lalu ada juga dua kendaraan milik Bhabinkamtibnas mengalami rusak juga,'' kata Kapolres Batanghari, AKBP Mohamad Santoso, kepada detikcom.



Santoso menjelaskan penyerangan bermula saat seorang warga kepergok akan mencuri di rumah Gun Harahap. Gun saat itu berusaha untuk melumpuhkan pelaku. Namun rupanya Gun terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Nyawanya tak tertolong.

"Tersangka ini awalnya melakukan percobaan pencurian di rumah korban. Korban ini adalah ketua DPC PPP. Sebelum korban ini meninggal, ia sempat berkelahi dengan tersangka, karena tersangka tepergok akan melakukan aksi pencurian di rumahnya. Lalu korban mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. Tetapi lantaran kondisi korban tidak stabil akhirnya korban meninggal,'' kata Santoso.



Mendengar kabar tersebut, sejumlah warga emosi. Mereka hendak menghakimi pelaku namun polisi terlebih dahulu menangkapnya. Massa kemudian datang ke kantor polisi dan melampiaskan kekesalannya dengan menyerang Polsek Batin XXIV.

"Ya kita tidak mungkin menyerahkan tersangka kepada massa. Maka dari itu massa tetap kita amankan. Tetapi massa tidak menerima dan kemudian melakukan penyerangan di kantor Mapolsek itu,'' ujarnya.



Penyerangan tak berlangsung lama. Situasi di kantor polisi tersebut berhasil dikendalikan.

Polisi menegaskan akan menindak pelaku penyerangan. Aktor di balik penyerangan itu sedang dicari polisi.

"Kalau korban yang luka-luka baik dari anggota atau massa tidak ada saat penyerangan itu. Hanya itu saja kaca kantor pecah dan dua kendaraan dinas yang sempat mengalami kerusakan. Namun kita tetap akan melakukan penyelidikan dan penindakan lagi, karena jelas kejadian seperti itu tidak boleh dilakukan. Kita akan mencari tahu siapa yang melakukan perusakan itu,'' kata Santoso.


(knv/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed