detikNews
Minggu 23 Juni 2019, 03:30 WIB

Laporan Dari Bangkok

Bertemu Aung San Suu Kyi, Jokowi Ingatkan Keamanan di Rakhine State

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Bertemu Aung San Suu Kyi, Jokowi Ingatkan Keamanan di Rakhine State Presiden Jokowi bertemu pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi di Bangkok, Thailand. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Bangkok - Di KTT ASEAN ke-34 Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi. Jokowi mengingatkan masalah keamanan etnis Rohingya di Rakhine State.

"Presiden menyampaikan dua hal (dalam pertemuan dengan Aung San Suu Kyi), pertama pentingnya keamanan di Rakhine State untuk terus ditingkatkan," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela KTT ASEAN di The Athenee Hotel, Luxury Collection, Bangkok, Sabtu (22/6/2019).

Menurut Jokowi, isu keamanan di Rakhine State ini menjadi penting, karena apabila tidak keamanan menjadi lebih baik maka repatriasi atau pemulangan kembali etnis Rohingya sulit dilakukan.


"Sementara tugas dari ASEAN atau mandat yang diberikan oleh para pemimpin ASEAN kepada AHA Center dan sekretariat ASEAN adalah untuk mempersiapkan repatriasi yang suka rela aman dan bermartabat," kata Retno.

"Oleh karena itu isu keamanan ini menjadi sangat penting artinya sehingga Repatriasi bisa dilakukan," lanjutnya.

Selain itu, Retno mengungkapkan, dalam pertemuan itu Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam implementasi laporan dari AHA Center dan ASEAN Sekretariat. Retno menjelaskan, berdasarkan mandat para pemimpin ASEAN pada November 2018 lalu disepakati untuk dibentuk sebuah kerangka acuan kerja (TOR/term of reference).

"Dan kemudian pada bulan Maret ada Deployment Prelemenary needs assesment team Dari aha center dan sekretariat ASEAN. Dari deployment tersebut Kemudian come up laporan dan dalam laporan itu ada tiga rekomendasi," jelasnya.


Dikatakan Retno, rekomendasi pertama pembangunan sumber daya manusia bagi etnis Rohingya untuk dapat diterima kembali, serta pembangunan transit centre. Hal ini agar pada saat pemulangan kembali etnis Rohingya penerimaan dan transit centre sudah dapat berfungsi dengan maksimal.

"Yang kedua adalah membantu untuk melakukan Desiminasi informasi. masalah informasi ini adalah masalah yang cukup critical Bagi Myanmar bagi Bangladesh dan juga bagi para pengungsi yang ada di Coxs Bazar. Oleh karena itu Asian telah sepakat untuk memberikan bantuan dalam konteks Diseminasi informasi," imbuhnya.

Rekomendasi ketiga adalah pengadaan pelayanan dasar di Rakhine State seperti pendidikan, kesehatan, hingga air bersih. Rekomendasi ketiga juga terkait adanya program jangka panjang dan tidak menutup kemungkinan akan melibatkan kerjasama di luar negara ASEAN.

"Dan sekali lagi, pada saat bicara dengan Dow Aung San Suu Kyi Presiden menyatakan komitmen di Indonesia untuk terus berkontribusi. Dan dalam pertemuan ASEAN foreign minister semalam, Para menteri luar negeri juga sepakat untuk menindaklanjuti rekomendasi dari laporan PNA tersebut," tuturnya.


Tonton video Jokowi akan Gelar Pertemuan dengan PM Prayut:

[Gambas:Video 20detik]


Bertemu Aung San Suu Kyi, Jokowi Ingatkan Keamanan di Rakhine State

(nvl/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed