Sidang Sengketa Pilpres

Kualifikasi Dipertanyakan BW, Ahli 01: Kalau Saya Sebutkan Sidang Ini Selesai

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 21 Jun 2019 20:12 WIB
Edward Omar Sharif Hiariej atau Prof Eddy (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto atau BW, mempertanyakan kepantasan Edward Omar Sharif Hiariej atau Prof Eddy sebagai ahli dari tim Jokowi-Ma'ruf. Edward atau Prof Eddy menjawab BW.

"Yang berikut tadi disinggung oleh kuasa hukum pemohon mengenai kualifikasi ahli. Ini saya buka-bukaan saja, ini sidang yang terhormat, Yang Mulia, kita terbuka. Jangankan kepada kuasa hukum pemohon, kuasa hukum terkait saja waktu saya mau dimajukan jadi ahli jadi perdebatan kok, karena orang mengetahui saya, expertise saya, adalah pidana," kata Prof Eddy dalam sidang di MK, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

"Tapi saya selalu mengatakan yang namanya guru besar, seorang profesor hukum, yang pertama, harus dikuasai itu bukan bidang ilmunya. Pertama kali harus dikuasai itu asas dan teori karena dengan asas dan teori itu, dia bisa menjawab semua persoalan hukum kendati saya memang belum pernah menulis secara spesifik soal pemilu," imbuh dia.


BW turut menyinggung perihal berapa banyak buku dan jurnal terkait pelanggaran pemilu TSM yang telah dipublikasikan Prof Eddy. Eddy meminta BW mengecek sendiri CV yang telah dia lampirkan sebelum sidang.

"Kalau Saudara tanya saya sudah berapa buku, saya kira tadi saya sudah melampirkan CV. Ada berapa buku, ada berapa jurnal internasional, silakan, nanti bisa diperiksa," katanya.

"Kalau saya sebutkan mulai dari poin 1 sampai 200, sidang ini selesai. Jadi bukan persoalan kualifikasi," ucap Eddy.


Soal TSM, dia menyebut persoalannya bukan hanya disertasi. Dia mengaku menulis banyak buku tentang pelanggaran berat HAM hingga pengantar hukum pidana.

"Ketika berbicara mengenai TSM, saya kira bukan saja persoalan disertasi. Saya menulis buku mengenai pelanggaran berat HAM, saya menulis buku mengenai pengantar hukum pidana internasional, dan kalau melihat tadi apa yang saya ungkapkan di dalam keterangan ahli, saya lebih banyak mengutip persoalan hukum pembuktian. Kebetulan saya juga membawa buku mengenai hukum pembuktian. Kalau bicara buku publikasi, bisa dilihat pada CV," beber Eddy.



Tonton video Ahli 01: Tak Ada Diskualifikasi Diputus MK di Tingkat Pilpres:

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)