Terjadi Pembunuhan Karakter Bintang Iklan BBM

Terjadi Pembunuhan Karakter Bintang Iklan BBM

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2005 06:17 WIB
Jakarta - Hati-hati bila membeli kucing dalam karung. Itulah imbauan peribahasa yang tepat bagi para tokoh masyarakat yang terlanjur menjadi bintang iklan mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)."Seharusnya mereka hati-hati," kata pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghozali kepada detikcom, Selasa(11/10/2005).Menurut Effendi, yang juga Dosen Pascasarjana Komunikasi UI, kehati-hatian atau ketelitian bagi para bintang iklan layanan masyrakat ini sangat diperlukan. Sebab, agar kasus iklan BBM tidak terulang kembali.Contoh kasus, banyak bintang iklan BBM yang tidak mengetahui tingkat kenaikan harga BBM pada saat pembuatan iklan. Hal ini, lanjut Effendi, disebabkan karena tidak adanya wacana kenaikan harga BBM yang diungkapkan dengan bebas dan terbuka kepada para bintang iklan."Kalau mereka tidak tahu kan kasihan kan. Sebab, telah terjadi pembunuhan karakter terhadap mereka akibat iklan ini," tegas pria yang juga bekerja di Research Associate, Radboud, Nijmegen University ini.Effendi menambahkan, semua bintang iklan BBM seharusnya bertanya sejelas mungkin. Bahkan, seharusnya ada semacam surat perjanjian. Isi pejanjian hitam di atas putih itu antar lain, dalam iklan tersebut si bintang iklan akan bicara tentang apa, iklan itu digunakan untuk apa, ditayangkan dimana, dan lain-lain."Saya tidak tahu Aa Gym, Kurtubi dan lain-lain bikin perjanjian seperti ini atau tidak," tanya Effendi. Ia juga menyarankan, agar di masa mendatang jangan terjadi lagi iklan layanan masyarakat tanpa informasi yang jelas kepada bintang iklannya. (atq/)


Berita Terkait