Pertamax Langka di Saat Warga Padang Meninggalkan Premium

Pertamax Langka di Saat Warga Padang Meninggalkan Premium

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2005 20:29 WIB
Padang - Kelangkaan jenis BBM nampaknya tidak pernah berakhir. Setelah beberapa waktu lalu BBM jenis premium langka di Padang, kini giliran jenis pertamax. Kelangkaan ini justru di tengah-tengah fenomena kebanyakan masyarakat Padang lebih memilih menggunakan pertamax ketimbang premium.Hal ini disebabkan semakin tipisnya perbedaan harga antara Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dengan pertamax. Sejumlah pemilik kendaraan bermotor di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai 'berani' beralih menggunakan pertamax untuk kendaraan mereka.Meski sedikit lebih mahal, penggunaan pertamax diyakini dapat lebih merawat mesin sehingga menghemat biaya perawatan dan penggunaan suku cadang."Dengan selisih harga Rp 700, penggunaan pertamax saya pikir tidak akan terlalu menguras kantong. Lagian, pertamax juga punya kelebihan dalam merawat mesin agar lebih awet," ujar Junaidi (34), ketika ditemui detikcom di SPBU Lubuk Buaya Padang, Selasa (11/10/2005).Hanya saja, lanjut Junaidi, sejak beberapa hari terakhir dirinya merasa kesulitan mendapatkan pertamax. "Sejak tadi, setiap SPBU yang saya datangi mengatakan pasokan sudah habis," keluhnya.Kepala Pertamina Cabang Padang M Zen mengakui kelangkaan tersebut. Hal ini disebabkan pasokan pertamax dari Palembang belum masuk. "Mudah-mudahan dalam dua hari ini pasokan dari Palembang sudah datang. Biasanya, kita memasok pertamax dua kali dalam sebulan dengan delapan ribu liter sekali pasok," terangnya.Permintaan Minyak Tanah TurunDitanya soal tingginya harga minyak tanah di tingkat pengecer, M Zen mengaku pihaknya tidak dapat mengambiltindakan apa-apa. Menurutnya, pihaknya hanya berwenang melakukan penertiban dan menindak pangkalan yangmenjual minyak tanah di atas harga eceran tertinggi."Memang, saya dengar banyak pengecer yang menjual minyak tanah dengan harga Rp 3000 perliter. Untuk kasus ini, kita hanya dapat menghimbau agar pengecer tidak menjual minyak tanah jauh di atas harga eceran tertinggi," ujarnya.M Zen menjelaskan, ada kecenderungan permintaan terhadap minyak tanah menurun sejak harganya naik beberapa waktu lalu. "Pasokan ke pangkalan yang biasanya habis dalam waktu empat jam, sekarang baru habis setelah lima hari," jelasnya. (atq/)


Berita Terkait