detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 19:06 WIB

Pimpinan KPK soal Pansel Gandeng BIN-BNPT: Jangan Dilihat Jenggotnya

Ibnu Hariyanto - detikNews
Pimpinan KPK soal Pansel Gandeng BIN-BNPT: Jangan Dilihat Jenggotnya Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sempat menjadi tanda tanya ketika panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) KPK menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Namun bagi pimpinan KPK hal tersebut sah-sah saja.

"Itu hal-hal yang normatif menurut saya. Setelah 4 tahun di sini, KPK, jangan dilihat jenggot, kumis, celana, baju, sepatu. Menurut saya sih setuju saja kalau pakai jeans sekalipun. Tapi ada orang yang mengatakan nggak boleh, harus lebih rapi, pimpinan juga pakai batik dan nggak boleh pakai (kemeja) lengan pendek. Sebagai aturan harus dihargai," kata Saut di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).

"Kalau akhirnya mendekati dengan banyak teori-teori itu ya harus diapresiasi untuk mencari orang yang diyakini yang bicara Merah Putih, percaya Garuda Pancasila seperti yang ada di aula dan lobi di KPK yang gede banget. Itu sesuatu yang normatif saja menurut saya," imbuh Saut.




Sebelumnya, Pansel Capim KPK menyebut ada rencana mengunjungi kantor BIN dan BNPT. Hal itu dilakukan untuk meminta bantuan kedua lembaga tersebut memastikan rekam jejak kandidat capim bebas paparan radikalisme.

"Kami akan ke BIN dan ke BNPT. BNTP ini adalah sesuatu yang baru memang, karena eranya seperti ini sehingga kita juga tidak mau kecolongan. Jangan sampai ada (capim KPK) terpapar radikalisme. Jadi kita juga akan ke BNPT selain ke BIN, karena ke BIN itu juga selalu kita lakukan tracking untuk itu," ujar Ketua Pansel capim KPK, Yenti Garnasih.

Hal itu disampaikan Yenti setelah bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajarannya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/6).

Pendaftaran capim KPK mulai dibuka 17 Juni 2019 hingga 4 Juli 2019



Tonton video Urgensi dan Strategi Pansel Cegah Capim KPK Terpapar Radikalisme:

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed