detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 10:33 WIB

Menteri Siti Siap Adopsi Aplikasi Bank Sampah 'Sidarling' Pemkot Denpasar

Aditya Mardiastuti - detikNews
Menteri Siti Siap Adopsi Aplikasi Bank Sampah Sidarling Pemkot Denpasar Menteri LHK Siti Nurbaya (Foto: Dita/detikcom)
Denpasar - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi layanan bank sampah berbasis aplikasi milik pemerintah Kota Denpasar, Bali atau Sidarling. Siti menyebut bank sampah merupakan inovasi yang asli dari Indonesia.

Aplikasi bank sampah Kota Denpasar bernama Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling). Aplikasi ini memberikan penghargaan bagi nasabah yang bisa mencapai poin pengumpulan tertentu.

"Kalau lihat sistemnya itu tadi yang dibilang bagus banget sebenarnya kita di Indonesia punya 7 ribu lebih bank sampah, memang saya kira aspek kesalahannya kalau datanya, pemerintah mengikuti aktivitas masyarakat. Di dunia saya kira pola partisipasi masyarakat yang seperti ini adanya ada di Indonesia, jadi model bank sampah itu betul-betul genuine di Indonesia," kata Siti saat meninjau Tukad Badung, Jl Gajah Mada, Denpasar, Bali, Kamis (20/6/2019).

"Oleh karena itu upaya untuk melakukannya secara sistematis seperti yang dilakukan oleh kota Denpasar itu menurut saya adalah hal-hal yang sangat baik," sambungnya.


Sistem reward di Sidarling berdasarkan jumlah poin yakni silvar dengan pengumpulan poin 0-24 akan mendapatkan layanan bus sekolah gratis; gold dengan pengumpulan poin 25-75 dengan layanan yang didapatkan yaitu bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK,KTP, perizinan, BD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas; dan platinum dengan pengumpulan 75 poin ke atas dengan layanan yang diperoleh bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, perizinan, BPD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta beasiswa bagi siswa sekolah.

Siti terkesan dengan inovasi bank sampah yang dilakukan Denpasar. Dia juga membuka peluang untuk mengadopsi sistem ini ke tingkat nasional.

"Saya nanti di kantor akan segera mengecek inovasi apa saja yang seperti ini, jangan-jangan cuma di Denpasar nanti saya akan lihat, dan nanti saya akan adopsi sistem untuk nasional. Tentu saja para aktivitas pada skala tertentu mereka punya model, tapi yang menonjol saya lihat sistem rewardnya, katakanlah tingkat partisipasi masyarakat juga di-record dengan baik," tuturnya.

"Sebetulnya sih bukan soal hadiahnya tapi soal peningkatan tingkat partisipasinya tapi yang penting dalam penanganan sampah ini adalah pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga karena paling banyak sampah di tingkat rumah tangga, pemilahannya banyak dilakukan di situ. Nanti oleh pemerintah daerah/pemerintah kota di-collect sudah terpisah mana yang bisa untuk industri, mana yang bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir," sambungnya.


Siti tak menampik banyak daerah masih keberatan dengan biaya pengumpulan sampah rumah tangga. Karenanya, pemerintah pusat juga sudah menyiapkan bantuan ongkos atau tipping fee untuk pengelolaan sampah.

"Selama ini pemda kesulitan untuk pendanaan di dalam rangka mengumpulkan sampah-sampah itu dari rumah tangga. Oleh karena itu pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan dana bantuan layanan sampah jadi untuk tipping fee kita sudah putuskan waktu rapat kerja nasional paling banyak Rp 500 ribu per ton," terang Siti.


Aplikasi Sidarling ini bisa diunduh di Google Play. Warga lalu diminta mengisi form dan registrasi melalui email untuk proses aktivasi.


(ams/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com