Pemerintah Bahas Konsep Penanggulangan Terorisme
Selasa, 11 Okt 2005 16:11 WIB
Jakarta - Pemerintah sepertinya tidak ingin kecolongan lagi oleh ulah para teroris. Sejumlah menteri dan pejabat negara membahas konsep penanggulangan terorisme dalam rakor Polkam.Rapat digelar di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (11/10/2005). Hadir dalam rapat tersebut Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Mendagri M Ma'ruf, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kepala BIN Syamsir Siregar.Hadir juga Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Menko Kesra Alwi Shihab, Menkominfo Sofyan Djalil, Kapolri Jenderal Sutanto dan Kepala Lembaga Sandi negara Mayjen TNI Nachrowi Ramli."Kita ingin masalah bom tidak lagi terjadi. Ini kita rumuskan bersama, karena yang terlibat bukan hanya jajaran aparat hukum saja, tapi juga instansi lain," ungkap Kapolri usai rapat. Untuk menanggulangi terorisme, lanjut Kapolri, konsep yang dibahas tidak hanya keamanan yang bersifat preventif saja, tapi juga secara hukum.Mengenai alasan pemindahan Amrozi Cs ke LP Nusakambangan, Kapolri menyatakan, hal itu semata-mata demi keamanan yang bersangkutan menyusul respons masyarakat Bali atas kejadian bom Bali II.Terkait penangkapan salah satu tersangka peledakan bom Bali II di Jember, Jatim, Kapolri mengaku tidak tahu menahu. "Saya harus cek dulu, saya belum dapat laporannya," kata dia.Demikian juga soal keberadaan buronan kakap Noordin M Top yang dikabarkan berada di Jawa Tengah. "Ini masih dalam penyelidikan, kita masih melakukan pencarian info lebih lanjut dari masyarakat," katanya.Selain membahas soal terorisme, rapat juga membahas soal evaluasi pelaksanaan MoU RI-GAM dan masalah pilkada di Irjabar dan Papua.
(umi/)











































