detikNews
2019/06/19 20:35:37 WIB

Round-Up

Panas Luar Dalam di Sidang MK

Zunita Putri, Dwi Andayani - detikNews
Halaman 2 dari 2
Panas Luar Dalam di Sidang MK BW mengusir tim hukum KPU yang memfoto alat bukti. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)


Tak hanya peristiwa soal barang bukti. Dalam persidangan juga terjadi momen saat BW diancam oleh hakim MK Arief Hidayat.

Peristiwa itu bermula saat saksi bernama Idham dihadirkan di forum persidangan. Arief melakukan pemeriksaan awal dengan menanyakan apakah Idham memiliki posisi tertentu dalam tim paslon pada Pemilu 2019.


Awalnya, Arief bertanya mengenai kapasitas Idham saat pilpres. Idham kemudian menjawab bahwa ia beraktivitas di kampung halamannya.

"Jadi nanti yang akan disampaikan mengenai hal di kampung?" tanya Arief lagi.

"Mengenai DPT, Pak, saya mendapatkan DPT dari kantor Gerindra di Jakarta," jawab Idham.

"Jadi Anda ini sebagai apa," Arief kembali bertanya.

"Sebagai orang yang diminta untuk menjelaskan persoalan DPT di sidang ini...," kata Idham.

BW kemudian menyela. Dia memberikan penjelasan mengenai orang kampung bisa memiliki akses terhadap dunia luas. Dari sini kemudian suasana memanas.

"Majelis, saya di kampung tapi saya bisa mengakses dunia melalui kampung," kata BW.


"Bapak sudah men-judgement, seolah-olah orang kampung itu hanya mengetahui apa yang di kampung Pak," sambungnya.

"Nggak begitu, Pak Bambang," jawab Arief.

Arief kemudian meminta BW menghentikan pernyataan. Menurut Arief, saat ini merupakan momen tanya-jawab antara majelis hakim langsung dan saksi.

"Pak Bambang setop... kalau tidak, saya akan minta Anda keluar. Saya hanya bertanya terhadap saudara saksi," kata Arief.

"Saya akan menolak. Menurut saya, saksi saya ditekan oleh Bapak," kata BW.

Sesaat kemudian, pemeriksaan kembali dilakukan. Arief melanjutkan tanya jawab dengan Idham. Sedangkan BW duduk menyimak dari posisinya di kursi tim hukum Prabowo-Sandi.
(zak/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com