Pengaktifan Koter Tidak Akan Maksimalkan Kerja Intel TNI
Selasa, 11 Okt 2005 15:23 WIB
Jakarta - Perdebatan terhadap ide pengaktifan kembali komando teritorial (koter) terus bergulir. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono pun angkat bicara. Ia menjamin pengaktifan koter tidak akan sampai membuat intelijen TNI bekerja maksimal menangani teroris."Persoalan koter lepas dari masalah intelijen," kata Juwono usai Rakor Polhukam di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2005).Ia menambahkan, bantuan TNI dalam penanganan terorisme hanya sebatas pemberian informasi dan pencegahan. Sebab, setiap prajurit sudah dilatih untuk mengantisipasi tindakan teroris. "Dukungan yang diberikan sebatas pasang mata dan telinga sesuai peran dan fungsi TNI," jelas guru besar FISIP UI ini.Dalam menangani masalah teroris, TNI hanya sekadar memberikan bantuan. Apalagi, dalam sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), TNI dan Polri memang diwajibkan saling bahu-membahu. "Tapi, Polri tetap menjadi yang terdepan dalam penanganan teroris," tegasnya.Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto sebelumnya mengungkapkan, fungsi koter mulai dari Kodam hingga Koramil akan kembali digiatkan. Hal ini untuk membantu penanggulangan aksi terorisme. Langkah ini diambil menyambut pidato Presiden SBY dalam peringatan HUT ke-60 TNI yang meminta TNI ikut serta menanggulangi terorisme.
(ton/)











































