Biaya Perawatan Korban Flu Burung Belum Dikembalikan

Biaya Perawatan Korban Flu Burung Belum Dikembalikan

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2005 14:54 WIB
Jakarta - Pasien suspect flu burung Ilyas Salim (20 bulan) meninggal di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta. Harusnya seluruh biaya ditanggung pemerintah. Tapi keluarga Ilyas sempat membayar Rp 1,05 juta dan hingga sekarang belum dikembalikan.Menurut keterangan Wiryan (35) paman Ilyas kepada detikcom Selasa (11/10/2005), ayah Ilyas yang bernama Abdul Rasyid sempat mengeluarkan biaya Rp 1.050.000 bagi perawatan buah hatinya di RSPI."Sampai sekarang biaya itu belum dikembalikan. Kami pihak keluarga juga tidak tahu bagaimana cara mengurus pengembalian biaya yang sudah terlanjur dibayarkan itu. Kami kan tidak berpendidikan tinggi," kata Wiryan.Diceritakannya, pada saat Ilyas di RSPI sempat diminta untuk menebus obat di apotek, membeli darah, dan juga biaya untuk pengepakan jenazah meski tidak diberi peti."Saya sebenarnya mau membantu adik saya Abdul Rasyid. Tapi saya juga nggak tahu bagaimana caranya. Mau ke rumah sakit, nggak tahu dokternya mana. Yah saya cuma berharap pihak rumah sakit bisa membantu mengembalikan yang itu," terangnya.Ilyas Salim menghembuskan nafas terakhir di RSPI pada 5 Oktober lalu pukul 21.05 WIB. Saat itu kejanggalan penanganan jenazah Ilyas sudah tampak. Pihak keluarga diminta uang pemulasaran Rp 1,4 juta. Pihak keluarga hanya mampu menyediakan Rp 450 ribu. Malang bagi jenazah Ilyas, karena akhirnya dibawa pulang tanpa peti sebagaimana prosedur penanganan bagi korban tewas akibat suspect flu burung.Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari berkali-kali menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan pasien flu burung akan ditanggung pemerintah. Bahkan Dinkes DKI Jakarta juga sudah menyatakan biaya pengadaan peti juga gratis. Pihak rumah sakit bisa meminta uang ganti ke Dinkes Jakarta.Tapi, janji tinggal janji. Kenyataannya pasien suspect flu burung yang masuk keluarga miskin tetap membayar biaya perawatan. Waduh! (san/)


Berita Terkait